Mendikbud: USBN SD-SMP fokus pada penalaran
Senin, 22 April 2019 16:01 WIB
Siswa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SDN VII Dayeuhkolot yang terdampak banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (22/4/2019). (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan soal-soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama fokus pada penalaran.
"Soal USBN SD fokus pada penalaran. Saya lihat sendiri kisi-kisi USBN anak saya, ada unsur rasional dan tidak menghafal,"ujar Muhadjir di Jakarta, Senin.
Pada hari yang sama, Mendikbud mengunjungi SD Muhammadiyah 5 Jakarta, yang mana di sekolah itu terdapat anak keduanya yakni Senoshaumi Hably, yang juga ikut USBN.
Muhadjir menjelaskan pelaksanaan USBN SD sudah memenuhi Prosedur Operasional Standar (POS). Oleh karena itu, ia berharap semua SD di Indonesia bisa mengikuti standar sekolah yang diterapkan itu.
"Kalau suasananya memadai, maka akan semakin baik dalam belajar."
Untuk USBN sebanyak 80 persen soal disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk SMP dan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk SD dan 20 persen lainnya disiapkan oleh Kemendikbud.
Sebanyak 4.229.956 siswa SD mengikuti USBN yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Sebanyak tiga mata pelajaran diujikan dalam USBN yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Untuk soal USBN Bahasa Indonesia terdiri dari 40 soal pilihan ganda dan lima soal uraian. Untuk Matematika terdiri dari 30 soal pilihan ganda dan lima soal uraian. Selanjutnya untuk IPA terdiri dari 35 pilihan ganda dan lima soal uraian.
Untuk USBN susulan digelar pada 26 hingga 30 April.
"Soal USBN SD fokus pada penalaran. Saya lihat sendiri kisi-kisi USBN anak saya, ada unsur rasional dan tidak menghafal,"ujar Muhadjir di Jakarta, Senin.
Pada hari yang sama, Mendikbud mengunjungi SD Muhammadiyah 5 Jakarta, yang mana di sekolah itu terdapat anak keduanya yakni Senoshaumi Hably, yang juga ikut USBN.
Muhadjir menjelaskan pelaksanaan USBN SD sudah memenuhi Prosedur Operasional Standar (POS). Oleh karena itu, ia berharap semua SD di Indonesia bisa mengikuti standar sekolah yang diterapkan itu.
"Kalau suasananya memadai, maka akan semakin baik dalam belajar."
Untuk USBN sebanyak 80 persen soal disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk SMP dan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk SD dan 20 persen lainnya disiapkan oleh Kemendikbud.
Sebanyak 4.229.956 siswa SD mengikuti USBN yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Sebanyak tiga mata pelajaran diujikan dalam USBN yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Untuk soal USBN Bahasa Indonesia terdiri dari 40 soal pilihan ganda dan lima soal uraian. Untuk Matematika terdiri dari 30 soal pilihan ganda dan lima soal uraian. Selanjutnya untuk IPA terdiri dari 35 pilihan ganda dan lima soal uraian.
Untuk USBN susulan digelar pada 26 hingga 30 April.
Pewarta : Indriani
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Unhas Makassar sosialisasikan Program MBKM Kemendikbudristek dan mandiri
08 February 2022 5:39 WIB, 2022
Kunjungan Mendikbud di Unpad Bandung diwarnai aksi korban kekerasan seksual
17 January 2022 18:56 WIB, 2022
Mendikbud: Penyandang disabilitas diprioritaskan menjadi penerima KIP kuliah
09 November 2021 11:39 WIB, 2021
Mendikbudristek kerahkan 13.000 vaksinator perguruan tinggi percepat vaksinasi COVID-19
31 May 2021 18:35 WIB, 2021
Mendikbud umumkan sekolah diperbolehkan belajar tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19
30 March 2021 14:05 WIB, 2021
Mendikbud: Kampus Mengajar terkait COVID-19 diikuti lebih dari 14.000 mahasiswa
16 March 2021 20:24 WIB, 2021