Seorang Bayi Lahir Dengan Usus Hampir Keluar
Rabu, 10 Februari 2010 14:08 WIB
Gorontalo (ANTARA News) - Seorang bayi laki-laki di Gorontalo, dilahirkan dengan kondisi usus yang hampir keluar dan hanya dilindungi oleh kulit tipis.
Bayi yang baru berumur enam hari dan belum diberi nama itu, kini masih berada di ruang isolasi, Rumah Sakit Toto, Kabupaten Bone Bolango.
Menurut dokter anak di rumah sakit milik daerah itu, Uvi Trisnawaty, di Gorontalo, Rabu, anak dari Irawati Munu itu menderita kelainan yang dikenal sebagai Omfalokel, suatu cacat umbilicus, tempat usus besar dan organ abdomen lain yang dapat menonjol keluar.
Selain itu, bayi tersebut juga menderita Hydrocephalus, yakni akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak, yang ditandai dengan pembesaran di bagian kepala.
"Bayi tersebut, sebelumnya dilahirkan kembar, saudaranya lahir dalam keadaan normal, dan sudah dibawa pulang oleh ibunya ke rumahnya, di Desa Kaidundu Barat, Kabupaten Bone Bolangi. Ibunya berjanji akan kembali lagi ke rumah sakit," kata Uvi.
Sementara ini, pihak rumah sakit masih berkonsultasi dengan dokter bedah, untuk melakukan tindak operasi.
"Kemungkinan operasi yang pertama akan dilakukan, yakni untuk penyakit Omfalokel, sedang bayinya juga kami tempatkan khusus di ruang isolasi, dan diberi antibiotik untuk perawatan disertai pemberian cairan infus," ujarnya.
Tingkat keberhasilan dari operasi tersebut, lanjut Uvi, yakni 50 berbanding 50.
Sedang mengenai biaya operasi itu sendiri, lanjutnya, juga belum bisa ditaksir jelas, namun diperkirakan cukup besar, mencapai ratusan juta rupiah. (T.PK-SHS/B013)
Bayi yang baru berumur enam hari dan belum diberi nama itu, kini masih berada di ruang isolasi, Rumah Sakit Toto, Kabupaten Bone Bolango.
Menurut dokter anak di rumah sakit milik daerah itu, Uvi Trisnawaty, di Gorontalo, Rabu, anak dari Irawati Munu itu menderita kelainan yang dikenal sebagai Omfalokel, suatu cacat umbilicus, tempat usus besar dan organ abdomen lain yang dapat menonjol keluar.
Selain itu, bayi tersebut juga menderita Hydrocephalus, yakni akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak, yang ditandai dengan pembesaran di bagian kepala.
"Bayi tersebut, sebelumnya dilahirkan kembar, saudaranya lahir dalam keadaan normal, dan sudah dibawa pulang oleh ibunya ke rumahnya, di Desa Kaidundu Barat, Kabupaten Bone Bolangi. Ibunya berjanji akan kembali lagi ke rumah sakit," kata Uvi.
Sementara ini, pihak rumah sakit masih berkonsultasi dengan dokter bedah, untuk melakukan tindak operasi.
"Kemungkinan operasi yang pertama akan dilakukan, yakni untuk penyakit Omfalokel, sedang bayinya juga kami tempatkan khusus di ruang isolasi, dan diberi antibiotik untuk perawatan disertai pemberian cairan infus," ujarnya.
Tingkat keberhasilan dari operasi tersebut, lanjut Uvi, yakni 50 berbanding 50.
Sedang mengenai biaya operasi itu sendiri, lanjutnya, juga belum bisa ditaksir jelas, namun diperkirakan cukup besar, mencapai ratusan juta rupiah. (T.PK-SHS/B013)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengapa ucapan Minal aidzin wal faizin saat Lebaran menadi lazim di Indonesia?
01 April 2025 5:25 WIB
22 negara bagian menggugat perintah Presiden Trump soal kewarganegaraan hak lahir
22 January 2025 12:07 WIB, 2025
Kemenkominfo: Pancasila menguatkan persatuan menuju Indonesia Emas 2045
01 June 2024 11:25 WIB, 2024
Presiden Jokowi meminta sosialisasi Pancasila dilakukan dengan cara kekinian
01 June 2024 11:24 WIB, 2024
Presiden Jokowi: Pancasila pembebas Indonesia dari ketergantungan terhadap pihak asing
01 June 2024 11:23 WIB, 2024
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB