Science Techno Park IPB ciptakan helm berbahan tandan kosong kelapa sawit
Selasa, 27 Agustus 2019 23:31 WIB
Pengunjung melihat helm yang terbuat dari tandan kosong kelapa sawit di pameran Ritech Expo 2019 dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Bali (ANTARA) - Kawasan Sains dan Teknologi (Science Techno Park) Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan helm berbahan tandan kosong kelapa sawit yang memiliki kekuatan menahan benturan yang lebih tinggi dari helm standar.
"Kita memang mengembangkan produk ramah lingkungan yang salah satunya berbahan dari tandan kosong kelapa sawit, yakni helm," kata staf di bawah Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual IPB Muhammad Hendra Wibowo yang ditemui Antara di pameran Ritech Expo 2019 dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Bali, Selasa.
Dia menuturkan helm tersebut telah lolos pengujian Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nomor SNI 1811/2007/Amd1:2010.
Helm itu terbuat dari polimer ABS recycle dan serat tandan kosong kelapa sawit dan dapat meredam energi tumbukan akibat bentuan.
"Bahkan kekuatan benturannya juga lebih baik atau setara dengan helm kualitas yang harganya sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu lebih, jadi udah di atas standar yang SNI-nya," tutur Hendra.
Hendra menuturkan saat ini helm tersebut belum banyak diproduksi tapi sudah dipasarkan secara dalam jaringan tapi masih dalam jaringan terbatas.
Di samping itu, pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama dengan Gojek untuk pemanfaatan helm tersebut bagi para pengendara Gojek.
Helm tersebut juga dipamerkan di Indonesia Innovation Day 2019 di Jerman. Permohonan paten untuk helm itu telah diajukan pada 2016, sementara permohonan merek telah diajukan pada 2017.
Hendra menuturkan pihaknya masih mengembangkan dan membina perusahaan rintisan (startup) yang akan memproduksi helm tersebut untuk dijual ke konsumen.
"Kita memang mengembangkan produk ramah lingkungan yang salah satunya berbahan dari tandan kosong kelapa sawit, yakni helm," kata staf di bawah Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual IPB Muhammad Hendra Wibowo yang ditemui Antara di pameran Ritech Expo 2019 dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Bali, Selasa.
Dia menuturkan helm tersebut telah lolos pengujian Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nomor SNI 1811/2007/Amd1:2010.
Helm itu terbuat dari polimer ABS recycle dan serat tandan kosong kelapa sawit dan dapat meredam energi tumbukan akibat bentuan.
"Bahkan kekuatan benturannya juga lebih baik atau setara dengan helm kualitas yang harganya sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu lebih, jadi udah di atas standar yang SNI-nya," tutur Hendra.
Hendra menuturkan saat ini helm tersebut belum banyak diproduksi tapi sudah dipasarkan secara dalam jaringan tapi masih dalam jaringan terbatas.
Di samping itu, pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama dengan Gojek untuk pemanfaatan helm tersebut bagi para pengendara Gojek.
Helm tersebut juga dipamerkan di Indonesia Innovation Day 2019 di Jerman. Permohonan paten untuk helm itu telah diajukan pada 2016, sementara permohonan merek telah diajukan pada 2017.
Hendra menuturkan pihaknya masih mengembangkan dan membina perusahaan rintisan (startup) yang akan memproduksi helm tersebut untuk dijual ke konsumen.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga TBS kelapa sawit di Sulbar periode Januari 2026 sebesar Rp3.092 per kilogram
15 January 2026 22:14 WIB
Penggunaan bom tandan berpotensi tambah kesengsaraan dalam konflik Rusia-Ukraina
10 July 2023 11:22 WIB, 2023
Apkasindo temui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko keluhkan anjloknya harga TBS
25 June 2022 13:19 WIB, 2022
Apkasindo Sulsel sambut gembira program kewajiban penggunaan biodiesel
28 January 2020 6:00 WIB, 2020
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB