Bupati Lutim minta guru S2 tingkatkan kualitas pendidikan
Selasa, 3 September 2019 16:22 WIB
Bupati Luwu Timur HM.Thorig Husler menerima guru program tubel tahap pertama dan melepas guru tubel tahap tiga tahun 2019 Pemkab Lutim di Aula Dinas Pendidikan Lutim, Malili, Senin (2/9/2019). ANTARA/HO-Diskominfo Lutim
Malili (ANTARA) - Bupati Luwu Timur HM.Thorig Husler meminta para guru peserta tugas belajar (Tubel) Magister (S2) kabupaten setempat dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
"Dengan program tugas belajar ini, saya ingatkan agar para guru yang selesai melaksanakannya mampu berbuat yang terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini," kata Husler saat menerima guru program tubel tahap pertama dan melepas guru tubel tahap tiga tahun 2019 di Aula Dinas Pendidikan Lutim, Malili, Senin.
Program tugas belajar ini merupakan kegiatan prioritas (KP1) Pemkab Luwu Timur dengan menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM).
Menurut Bupati, peningkatan sumber daya manusia memang menjadi target prioritas pemerintah daerah terutama para guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
Husler juga mengatakan setiap tahun perkembangan kualitas pendidikan di Luwu Timur terus membaik yang dibuktikan dengan banyaknya pelajar yang sukses dalam berbagai lomba baik sains, matematika, seni, maupun teknologi.
"Keberhasilan ini berkat peran para guru dalam membina dan mendidik para siswa, saya tunggu karya dan kreasi saudara semua dalam memajukan dunia pendidikan di Luwu Timur ini," tuturnya.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Timur Kamal Rasyid mengatakan peserta program tugas belajar tahap pertama tahun 2017 telah selesai berjumlah 15 orang dengan rincian 12 Guru SD dan 3 Guru SMP.
Selanjutnya tahap kedua tahun 2018 berjumlah 20 orang dengan rinci 2 orang guru TK, 11 Guru SD dan 7 Guru SMP yang sementara menjalani perkuliahan. Kemudian tahap ketiga tahun 2019 berjumlah 30 orang dengan rincian 16 Guru SD dan 14 guru SMP yang total realisasi keseluruhan 65 Orang dari 100 orang target.
"Dengan program tugas belajar ini, saya ingatkan agar para guru yang selesai melaksanakannya mampu berbuat yang terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini," kata Husler saat menerima guru program tubel tahap pertama dan melepas guru tubel tahap tiga tahun 2019 di Aula Dinas Pendidikan Lutim, Malili, Senin.
Program tugas belajar ini merupakan kegiatan prioritas (KP1) Pemkab Luwu Timur dengan menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM).
Menurut Bupati, peningkatan sumber daya manusia memang menjadi target prioritas pemerintah daerah terutama para guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
Husler juga mengatakan setiap tahun perkembangan kualitas pendidikan di Luwu Timur terus membaik yang dibuktikan dengan banyaknya pelajar yang sukses dalam berbagai lomba baik sains, matematika, seni, maupun teknologi.
"Keberhasilan ini berkat peran para guru dalam membina dan mendidik para siswa, saya tunggu karya dan kreasi saudara semua dalam memajukan dunia pendidikan di Luwu Timur ini," tuturnya.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Timur Kamal Rasyid mengatakan peserta program tugas belajar tahap pertama tahun 2017 telah selesai berjumlah 15 orang dengan rincian 12 Guru SD dan 3 Guru SMP.
Selanjutnya tahap kedua tahun 2018 berjumlah 20 orang dengan rinci 2 orang guru TK, 11 Guru SD dan 7 Guru SMP yang sementara menjalani perkuliahan. Kemudian tahap ketiga tahun 2019 berjumlah 30 orang dengan rincian 16 Guru SD dan 14 guru SMP yang total realisasi keseluruhan 65 Orang dari 100 orang target.
Pewarta : Julius
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendagri sebut Luwu Timur paling siap jalankan program MBG di wilayah 3T
29 October 2025 19:38 WIB
Bulog Palopo dan Polres Lutim tanam jagung serentak dukung swasembada pangan
08 October 2025 22:22 WIB
DPRD Sulsel soroti penanganan tumpahan minyak PT Vale yang merugikan warga Lutim
10 September 2025 18:36 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019