Catatan prestasi cabang olahraga panahan dalam lima tahun terakhir
Sabtu, 7 September 2019 12:27 WIB
Atlet Panahan Indonesia Yurike Nina Bonita membidik sasaran saat final nomor compound tim putri pada 18th Asian Games Invitation Tournament di Lapangan Panahan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (15/2/2018). ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo.
Jakarta (ANTARA) - Panahan merupakan salah satu cabang olahraga yang kerap menyumbang medali saat mengikuti ajang multicabang.
Di level Asia Tenggara, para pepanah Indonesia tidak pernah absen mempersembahkan medali emas dalam dua penyelenggaraan terakhir.
Pada SEA Games 2015 yang dihelat di Singapura, Titik Kusumawardani menyumbangkan medali emas nomor recurve perorangan putri. Medali emas juga disumbangkan oleh tim recurve campuran yang diperkuat Riau Ega Agatha dan Ika Yuliana Rochmawati.
Di ajang yang sama, dua medali perak didapat melalui nomor recurve beregu putra dan putri. Saat itu tim putra diperkuat trio Hendra Purnama, Riau Ega Agatha, dan Muhammad Hanif Wijaya, sedangkan tim putri dihuni oleh Titik Kusumawardani, Ika Yuliana Rochmawati, Diananda Choirunisa.
Nomor compound juga mampu berkontribusi terhadap raihan medali tim Indonesia pada tahun itu. Rona Siska Sari mempersembahkan medali perunggu melalui nomor compound perorangan putri, sedangkan tim putra yang diisi I Gusti Nyoman Puruhito, Sapriatno, dan Yoke Rizaldi Akbar memberikan medali perunggu di kategori compound beregu.
Dua tahun berselang pada SEA Games 2017, para pepanah Indonesia kembali aktif menyumbang medali untuk tim Indonesia.
Pada kategori recurve, Diandanda Choirunisa mempersembahkan medali emas untuk nomor recurve perorangan putri, dan satu medali emas lainnya disumbangkan Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa pada nomor recurve campuran.
Medali perak juga disumbangkan oleh trio Diananda Choirunisa, Linda Lestari, dan Titik Kusumawardani pada nomor recurve beregu.
Untuk kategori compound di SEA Games 2017, dua pepanah berhasil meraih medali emas. Prima Wisnu Wardhana pada nomor compound perorangan putra, dan Sri Ranti untuk nomor compound perorangan putri.
Satu medali perunggu disumbangkan oleh tim yang dihuni Dellie Threesyadinda, Triya Resky Adriya, dan Rona Siska Sari pada kategori compound beregu putri.
Sayangnya di ajang yang lebih besar, Asian Games, para pepanah Indonesia belum mampu berbicara banyak. Saat menjadi tuan rumah pada Asian Games 2018, prestasi tertinggi pepanah Indonesia didapat oleh pepanah muda Diananda Choirunisa yakni medali emas nomor recurve perorangan putri.
Tambahan satu medali lainnya adalah medali perunggu yang diraih Riau Ega Agatha pada nomor recurve perorangan putra.
Meski gagal meraih prestasi puncak, namun apa yang diraih oleh Diananda dan Ega layak diapresiasi mengingat Asian Games 2018 merupakan debut mereka di pesta olahraga Asia.
Untuk ajang terdekat, panahan akan berkompetisi di Sea Games 2019 yang dihelat di Filipina.
Dalam berbagai kesempatan, Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) menyatakan bahwa mereka menargetkan tim Indonesia dapat menjadi juara umum pada pesta olahraga Asia Tenggara itu.
Dalam dua penyelenggaraan SEA Games sebelumnya, Indonesia selalu menduduki peringkat kedua untuk klasemen panahan, di bawah Malaysia.
Pada SEA Games 2015, Indonesia meraih dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Tertinggal jauh dari Malaysia dengan koleksi lima medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.
Sedangkan pada SEA Games 2017, Indonesia bersaing ketat dengan negeri jiran. Indonesia mengantungi empat medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Tertinggal dari catatan lima medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu milik Malaysia.
Perpani juga tengah menyiapkan para pepanah untuk dapat tampil di Olimpiade 2020. Indonesia sudah mengamankan dua tiket Tokyo, meski gagal mendulang prestasi pada Kejuaraan Dunia 2019.
Tiket tersebut didapat karena China sukses menembus putaran delapan besar Kejuaraan Asia, sedangkan Korea Selatan (Korsel) memenangi medali perunggu. Torehan tersebut membuat Cina dan Korsel mendapatkan tiket beregu Olimpiade 2020.
Menurut peraturan, jika suatu negara telah mendapatkan tiket beregu maka pepanah-pepanah dari negara tersebut otomatis lolos di nomor perorangan. Dengan demikian, jatah lolos melalui jalur Asian Games menjadi milik Indonesia, yakni kepada Diananda sebagai pemenang medali perak, dan Riau Ega sebagai pemenang medali perunggu.
Di level Asia Tenggara, para pepanah Indonesia tidak pernah absen mempersembahkan medali emas dalam dua penyelenggaraan terakhir.
Pada SEA Games 2015 yang dihelat di Singapura, Titik Kusumawardani menyumbangkan medali emas nomor recurve perorangan putri. Medali emas juga disumbangkan oleh tim recurve campuran yang diperkuat Riau Ega Agatha dan Ika Yuliana Rochmawati.
Di ajang yang sama, dua medali perak didapat melalui nomor recurve beregu putra dan putri. Saat itu tim putra diperkuat trio Hendra Purnama, Riau Ega Agatha, dan Muhammad Hanif Wijaya, sedangkan tim putri dihuni oleh Titik Kusumawardani, Ika Yuliana Rochmawati, Diananda Choirunisa.
Nomor compound juga mampu berkontribusi terhadap raihan medali tim Indonesia pada tahun itu. Rona Siska Sari mempersembahkan medali perunggu melalui nomor compound perorangan putri, sedangkan tim putra yang diisi I Gusti Nyoman Puruhito, Sapriatno, dan Yoke Rizaldi Akbar memberikan medali perunggu di kategori compound beregu.
Dua tahun berselang pada SEA Games 2017, para pepanah Indonesia kembali aktif menyumbang medali untuk tim Indonesia.
Pada kategori recurve, Diandanda Choirunisa mempersembahkan medali emas untuk nomor recurve perorangan putri, dan satu medali emas lainnya disumbangkan Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa pada nomor recurve campuran.
Medali perak juga disumbangkan oleh trio Diananda Choirunisa, Linda Lestari, dan Titik Kusumawardani pada nomor recurve beregu.
Untuk kategori compound di SEA Games 2017, dua pepanah berhasil meraih medali emas. Prima Wisnu Wardhana pada nomor compound perorangan putra, dan Sri Ranti untuk nomor compound perorangan putri.
Satu medali perunggu disumbangkan oleh tim yang dihuni Dellie Threesyadinda, Triya Resky Adriya, dan Rona Siska Sari pada kategori compound beregu putri.
Sayangnya di ajang yang lebih besar, Asian Games, para pepanah Indonesia belum mampu berbicara banyak. Saat menjadi tuan rumah pada Asian Games 2018, prestasi tertinggi pepanah Indonesia didapat oleh pepanah muda Diananda Choirunisa yakni medali emas nomor recurve perorangan putri.
Tambahan satu medali lainnya adalah medali perunggu yang diraih Riau Ega Agatha pada nomor recurve perorangan putra.
Meski gagal meraih prestasi puncak, namun apa yang diraih oleh Diananda dan Ega layak diapresiasi mengingat Asian Games 2018 merupakan debut mereka di pesta olahraga Asia.
Untuk ajang terdekat, panahan akan berkompetisi di Sea Games 2019 yang dihelat di Filipina.
Dalam berbagai kesempatan, Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) menyatakan bahwa mereka menargetkan tim Indonesia dapat menjadi juara umum pada pesta olahraga Asia Tenggara itu.
Dalam dua penyelenggaraan SEA Games sebelumnya, Indonesia selalu menduduki peringkat kedua untuk klasemen panahan, di bawah Malaysia.
Pada SEA Games 2015, Indonesia meraih dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Tertinggal jauh dari Malaysia dengan koleksi lima medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.
Sedangkan pada SEA Games 2017, Indonesia bersaing ketat dengan negeri jiran. Indonesia mengantungi empat medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Tertinggal dari catatan lima medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu milik Malaysia.
Perpani juga tengah menyiapkan para pepanah untuk dapat tampil di Olimpiade 2020. Indonesia sudah mengamankan dua tiket Tokyo, meski gagal mendulang prestasi pada Kejuaraan Dunia 2019.
Tiket tersebut didapat karena China sukses menembus putaran delapan besar Kejuaraan Asia, sedangkan Korea Selatan (Korsel) memenangi medali perunggu. Torehan tersebut membuat Cina dan Korsel mendapatkan tiket beregu Olimpiade 2020.
Menurut peraturan, jika suatu negara telah mendapatkan tiket beregu maka pepanah-pepanah dari negara tersebut otomatis lolos di nomor perorangan. Dengan demikian, jatah lolos melalui jalur Asian Games menjadi milik Indonesia, yakni kepada Diananda sebagai pemenang medali perak, dan Riau Ega sebagai pemenang medali perunggu.
Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Jokowi ajak insan olahraga raih prestasi di Hari Olahraga Nasional 2024
09 September 2024 13:12 WIB, 2024
Kemenpora: Peringatan Hari Olahraga Nasional 2022 akan libatkan 20 ribu orang
05 September 2022 21:00 WIB, 2022
Panglima TNI-Kapolri dapat penghargaan karena berkontribusi majukan olahraga
10 September 2021 11:07 WIB, 2021
Menpora beri penghargaan kepada sejumlah insan olahraga pada Haornas ke-38
09 September 2021 13:51 WIB, 2021
Presiden Jokowi resmi luncurkan Perpres DBON pada peringatan Haornas ke-38
09 September 2021 13:48 WIB, 2021
Bupati Sinjai ajak masyarakat jadikan olahraga sebagai bagian gaya hidup
09 September 2021 12:31 WIB, 2021