Menristekdikti minta rektor tidak kerahkan mahasiswa untuk demo
Kamis, 26 September 2019 14:38 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (Indriani)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta rektor perguruan tinggi di Tanah Air tidak mengerahkan mahasiswa untuk ikut aksi demonstrasi.
"Saya mengajak rektor di semua perguruan tinggi agar tidak mengerahkan mahasiswa untuk demonstrasi," ujar Nasir usai pelantikan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jakarta, Kamis.
Menristekdikti juga meminta para rektor untuk mengajak mahasiswanya untuk dialog dan tidak dibiarkan untuk ikut demonstrasi.
"Rektor harus bertanggung jawab dan presiden mengatakan mahasiswa diajak dialog dengan baik, jangan sampai mahasiswa turun ke jalan karena insan akademik itu dianggap sebagai insan intelektual," terang Nasir.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan akan menggandeng pihak Polri dan TNI untuk melakukan pelacakan kalau ada mahasiswa yang melakukan tindakan inkonstitusional. Menurut dia, rektor harus bertanggung jawab.
Pihaknya juga akan melacak dosen yang turut mengerahkan mahasiswa. Apalagi jika hal itu dikerahkan oleh dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Nasir juga meminta mahasiswa untuk tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa, karena tuntutan sudah diakomodir.
"Saya berharap mahasiswa jangan sampai terpengaruh isu politik. Jangan sampai diarahkan para penumpang gelap yang mempengaruhi maksud baik mahasiswa. Tapi penumpang gelap ini berbahaya karena mereka yang akan melakukan tindakan inkonstitusional," ujar Nasir.
"Saya mengajak rektor di semua perguruan tinggi agar tidak mengerahkan mahasiswa untuk demonstrasi," ujar Nasir usai pelantikan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jakarta, Kamis.
Menristekdikti juga meminta para rektor untuk mengajak mahasiswanya untuk dialog dan tidak dibiarkan untuk ikut demonstrasi.
"Rektor harus bertanggung jawab dan presiden mengatakan mahasiswa diajak dialog dengan baik, jangan sampai mahasiswa turun ke jalan karena insan akademik itu dianggap sebagai insan intelektual," terang Nasir.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan akan menggandeng pihak Polri dan TNI untuk melakukan pelacakan kalau ada mahasiswa yang melakukan tindakan inkonstitusional. Menurut dia, rektor harus bertanggung jawab.
Pihaknya juga akan melacak dosen yang turut mengerahkan mahasiswa. Apalagi jika hal itu dikerahkan oleh dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Nasir juga meminta mahasiswa untuk tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa, karena tuntutan sudah diakomodir.
"Saya berharap mahasiswa jangan sampai terpengaruh isu politik. Jangan sampai diarahkan para penumpang gelap yang mempengaruhi maksud baik mahasiswa. Tapi penumpang gelap ini berbahaya karena mereka yang akan melakukan tindakan inkonstitusional," ujar Nasir.
Pewarta : Indriani
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
MK memastikan sidang sengketa pilkada berjalan proporsional-tepat waktu
08 January 2025 14:43 WIB, 2025
Pengamat: Emosi dan gagal pahami situasi persaingan sebabkan Garuda tersingkir
22 December 2024 13:20 WIB, 2024
Bung Kus : STY harus evaluasi tiga laga terakhir timnas Indonesia di ASEAN Cup 2024
20 December 2024 7:40 WIB, 2024
KSAU : Presiden Jokowi ingin TNI AU tumbuh lebih kuat jaga kedaulatan negara
05 April 2024 15:04 WIB, 2024