
Wisman yang datang ke Sulsel capai 2.925 orang

Makassar (ANTARA) - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari-Februari 2026 mencapai 2.925 orang kunjungan yang didominasi oleh turis asal Malaysia dan Tiongkok.
Kepala BPS Sulawesi Selatan Aryanto di Makassar, Rabu, mengatakan wisatawan mancanegara yang mengunjungi Sulawesi Selatan selama selama dua bulan itu tersebar dari berbagai benua yang didominasi oleh Asia Tenggara.
"Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari Benua Asia seperti dari Malaysia, Tiongkok dan Singapura. Kemudian yang dari Eropa itu banyak dari Prancis, Belanda, Jerman dan lainnya," ujarnya.
Untuk kunjungan wisatawan asal Malaysia yang datang melalui pintu kedatangan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Januari 2026 sebanyak 1.515 orang yang kemudian turun menjadi 1.410 pada Februari 2026.
Adapun wisatawan mancanegara asal Malaysia yang datang pada Februari ini sebanyak 606 kunjungan, Tiongkok (212 kunjungan), Singapura (71 kunjungan), dan Jepang sebanyak 18 kunjungan.
Kemudian dari benua Eropa, mulai dari Prancis sebanyak 56 kunjungan, Jerman (22 kunjungan), Belanda (19 kunjungan), Spanyol (12 kunjungan), Swiss (8 kunjungan), Inggris (8 kunjungan), dan Italia sebanyak 7 kunjungan.
Aryanto mengatakan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Sulawesi Selatan meningkat 431 kunjungan atau pada tahun sebelumnya hanya 979 kunjungan.
Sementara itu, angka perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang masuk melalui pintu kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin pada Februari 2026 tercatat sebanyak 12.396 perjalanan.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 4,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Januari 2026, yang mencapai 12.950 perjalanan.
"Penurunan tersebut mencerminkan adanya perlambatan arus pergerakan wisatawan domestik melalui salah satu pintu masuk utama di Sulawesi Selatan," terangnya.
Meski demikian, lanjut Arianto, mobilitas wisnas masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, menandakan sektor perjalanan dan pariwisata tetap berjalan stabil di tengah dinamika yang terjadi.
Menurut dia, perubahan jumlah perjalanan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola musiman, kondisi ekonomi, hingga jadwal libur nasional yang berbeda antara bulan Januari dan Februari.
"Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus mendorong berbagai strategi untuk menjaga tren kunjungan wisatawan tetap positif pada bulan-bulan berikutnya," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
