BMKG : Gelombang 4-5 meter landa perairan laut NTT
Sabtu, 11 Januari 2020 16:12 WIB
Dua bocah sedang bermain di pantai Kupang saat gelombang tinggi sedang melanda perairan itu. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gelombang setinggi 4-5 meter saat ini sedang melanda wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi ini dipicu oleh adanya tekanan rendah (1002 hPa), yang terpantau di sekitar wilayah utara Australia, kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Sabtu.
"Gelombang tinggi dengan intensitas mencapai sekitar 4-5 meter ini dipantau melalui model ocean forecast system (OFS pada 12 Januari 2020 pukul 03.00 Coordinate Universal Time (UTC)" katanya menjelaskan.
Menurut dia, tekanan rendah (1002 hPa) yang terpantau di sekitar wilayah utara Australia, ini memicu terjadinya kecepatan angin yang tinggi mencapai 93 km/jam.
Kecepatan angin inilah yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi hingga 4-5 meter di sekitar wilayah Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, katanya.
Disamping itu, gelombang setinggi 2.5-4.0 meter berpotensi terjadi di wilayah selatan Sumba dan Samudera Hindis selatan Kupang-Rote.
Kondisi ini beresiko tinggi terhadap pelayaran kapal feri pada lintsan penyeberangan ini, katanya.
Selat Sape bagian utara, selat Sumba bagian barat, laut Sawu bagian selatan dan perairan Kupang-Rote.
BMKG juga memprakirakan, potensi gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpotensi terjadi di selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, selat Flores-Lamakera, selat Alor Pantar.
Kondisi gelombang ini diprakirakan akan berlangsung 13 Januari 2020 pukul 20.00 WITA.
Kondisi ini dipicu oleh adanya tekanan rendah (1002 hPa), yang terpantau di sekitar wilayah utara Australia, kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Sabtu.
"Gelombang tinggi dengan intensitas mencapai sekitar 4-5 meter ini dipantau melalui model ocean forecast system (OFS pada 12 Januari 2020 pukul 03.00 Coordinate Universal Time (UTC)" katanya menjelaskan.
Menurut dia, tekanan rendah (1002 hPa) yang terpantau di sekitar wilayah utara Australia, ini memicu terjadinya kecepatan angin yang tinggi mencapai 93 km/jam.
Kecepatan angin inilah yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi hingga 4-5 meter di sekitar wilayah Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, katanya.
Disamping itu, gelombang setinggi 2.5-4.0 meter berpotensi terjadi di wilayah selatan Sumba dan Samudera Hindis selatan Kupang-Rote.
Kondisi ini beresiko tinggi terhadap pelayaran kapal feri pada lintsan penyeberangan ini, katanya.
Selat Sape bagian utara, selat Sumba bagian barat, laut Sawu bagian selatan dan perairan Kupang-Rote.
BMKG juga memprakirakan, potensi gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpotensi terjadi di selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, selat Flores-Lamakera, selat Alor Pantar.
Kondisi gelombang ini diprakirakan akan berlangsung 13 Januari 2020 pukul 20.00 WITA.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tujuh paket kantong korban pesawat ATR dievakuasi ke DVI untuk identifikasi
23 January 2026 18:33 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB