Makassar (ANTARA News) - Industri kerajinan anyaman dari Sulawesi Selatan kalah bersaing dengan kerajinan anyaman dari daerah lain, khususnya dari pulau Jawa.
"Pengrajin anyaman kita kalah dalam hal penggunaan bahan-bahan anyaman yang tidak tahan lama," ungkap Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Gugesin Alwi, di Makassar, Senin.
Hal tersebut, kata dia, terlihat saat Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang berlangsung beberapa waktu lalu.
"Kebanyakan pengrajin kita menggunakan bahan-bahan dari daun, seperti daun mangga, sehingga tidak tahan lama, meskipun bentuknya cukup bagus dan unik," tuturnya.
Ia menambahkan, para pengrajin dari pulau Jawa sudah menggunakan anyaman dari bahan-bahan yang tahan lama, misalnya untuk pembuatan anyaman sendal, dan sebagainya.
"Meskipun begitu, kerajinan anyaman dari Sulsel masih tetap menandakan ciri khas dan tradisinya, sehingga tetap banyak yang datang mengunjungi stan Pemprov Sulsel," ucapnya.
Ia menambahkan, pada dasarnya para pengrajin anyaman Sulsel bisa menyamai kerajinan dari luar jika melakukan berbagai modifikasi dan inovasi bahan.
Jika hal tersebut sudah dilakukan, katanya, maka industri kerajinan anyaman di Sulsel akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Sulsel.
"Untuk itu, pemerintah akan senantiasa membantu para pengrajin ini untuk semakin meningkatkan kualitas kerajinan yang dihasilkan," tuturnya. (T.pso-103/S016)
Kerajinan Anyaman Sulsel Kalah Bersaing
Senin, 2 Agustus 2010 22:28 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekranasda Sulsel membantu peralatan kerajinan anyaman di Tana Toraja
29 November 2023 13:24 WIB, 2023
Program TJSL Pelindo bantu mengembangkan tenun dan anyaman warga di NTT
22 October 2023 5:38 WIB, 2023
Dekranas siap gelar pelatihan anyaman lontar dan bambu bagi perajin Sulsel
20 October 2022 20:42 WIB, 2022
Anyaman lidi Lapas Polewali dan Rutan Majene tampil di Trade Expo Indonesia 2019
16 October 2019 17:29 WIB, 2019