Anyaman lidi Lapas Polewali dan Rutan Majene tampil di Trade Expo Indonesia 2019

id kemenkum ham sulbar,anyaman lidi,tampil di pameran internasional

Anyaman lidi Lapas Polewali dan Rutan Majene tampil di Trade Expo Indonesia 2019

Tudung saji anyaman lidi hasil kreativitas warga binaan Lapas Polewali dan Rutan Majene yang ikut dipamerkan di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, Rabu (16/10/2019). (Foto Humas Kemenkum HAM Sulbar)

Dipamerkannya produk anyaman pada pameran internasional ini pasti membanggakan warga binaan, sehingga menimbulkan optimisme untuk selalu berbuat yang terbaik
Mamuju (ANTARA) - Anyaman lidi karya warga binaan Lapas Polewali Kabupaten Polewali Mandar dan Rutan Majene Provinsi Sulawewi Barat tampil di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 itu, dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Rabu.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Polewali yang juga menjabat sebagai Kepala Rutan Majene I Wayan Nurasta Wibawa, berharap hasil karya warga binaan itu dapat dikenal luas hingga ke mancanegara.

Peluang hasil kreativitas warga binaan Lapas Polewali dan Rutan Majene di ajang Trade Expo Indonesia 2019 itu cukup potensial karena pesertanya berasal dari berbagai negara.

"Ayaman lidi seperti tudung saji, keranjang cucian, sarung botol wine ini jadi produk unggulan Lapas Polewali dan Rutan Majene. Hasil kreativitas warga binaan kami ini bahan bakunya melimpah, ramah lingkungan dan mengangkat kearifan lokal," kata Nurasta di hadapan Dirjen Pemasyarakatan Sri puguh Budi Utami, di lokasi pameran.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulbar Harun Sulianto mengatakan, tujuan pembinaan warga binaan itu agar mereka dapat memperbaiki diri dan menjadi warga yg produktif.

"Dipamerkannya produk anyaman pada pameran internasional ini pasti membanggakan warga binaan, sehingga menimbulkan optimisme untuk selalu berbuat yang terbaik," kata Harun Sulianto.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar