Makassar (ANTARA News) - Penumpang yang tiba di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar, mengeluhkan perilaku sejumlah pekerja jasa pengangkat barang penumpang (porter).
Salah seorang penumpang asal Bali, Adjie, di Makassar, Kamis, mengatakan, tidak bisa menggunakan trolley untuk mengangkut barang, karena trolley yang dibutuhkan sudah diambil terlebih dahulu oleh porter.
Ia mengaku, saat akan mengambil trolley dari porter bandara, porter tersebut mengatakan bahwa trolley sudah dipesan oleh penumpang lain.
Bahkan, dirinya sempat beradu mulut dengan porter, karena trolley yang sudah dipegang ternyata langsung direbut oleh porter dengan alasan yang sama.
Akhirnya, trolley hanya bisa digunakan oleh penumpang yang menggunakan jasa porter ini.
Padahal, kata dia, seharusnya trolley di bandara bisa digunakan oleh penumpang, tanpa harus memesan terlebih dahulu dari porter.
"Kondisi ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan Bandara Internasional di daerah lain, seperti Bali, di mana penumpang bisa dengan leluasa menggunakan trolley," imbuhnya.
Karena tidak mendapatkan trolley, terpaksa ia harus mengangkat barang secara bergantian hingga lokasi parkir kendaraan.
"Setahu saya, porter bisa menggunakan trolley jika benar-benar dibutuhkan oleh penumpang yang akan mengangkut barang," ucapnya.
Ia mengatakan, pihak Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara seharusnya bisa memberikan sikap yang tegas terhadap perilaku porter tersebut, sehingga penumpang pun bisa merasa lebih nyaman. (T.pso-103/F003)
Salah seorang penumpang asal Bali, Adjie, di Makassar, Kamis, mengatakan, tidak bisa menggunakan trolley untuk mengangkut barang, karena trolley yang dibutuhkan sudah diambil terlebih dahulu oleh porter.
Ia mengaku, saat akan mengambil trolley dari porter bandara, porter tersebut mengatakan bahwa trolley sudah dipesan oleh penumpang lain.
Bahkan, dirinya sempat beradu mulut dengan porter, karena trolley yang sudah dipegang ternyata langsung direbut oleh porter dengan alasan yang sama.
Akhirnya, trolley hanya bisa digunakan oleh penumpang yang menggunakan jasa porter ini.
Padahal, kata dia, seharusnya trolley di bandara bisa digunakan oleh penumpang, tanpa harus memesan terlebih dahulu dari porter.
"Kondisi ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan Bandara Internasional di daerah lain, seperti Bali, di mana penumpang bisa dengan leluasa menggunakan trolley," imbuhnya.
Karena tidak mendapatkan trolley, terpaksa ia harus mengangkat barang secara bergantian hingga lokasi parkir kendaraan.
"Setahu saya, porter bisa menggunakan trolley jika benar-benar dibutuhkan oleh penumpang yang akan mengangkut barang," ucapnya.
Ia mengatakan, pihak Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara seharusnya bisa memberikan sikap yang tegas terhadap perilaku porter tersebut, sehingga penumpang pun bisa merasa lebih nyaman. (T.pso-103/F003)