Warga Makassar mengeluh tidak memperoleh air PDAM

id air bersih, PDAM Makassar, musim kemarau

Kondisi musim kemarau di kawasan Bendungan Leko Pancing di Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (27/07/2019). (FOTO ANTARA/ Suriani Mappong).

Makassar (ANTARA) - Warga di utara dan timur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyampaikan keluhan karena dalam sepekan terakhir tidak memperoleh aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar sebagai dampak musim kemarau.

"Sudah sepekan ini kami tidak memperoleh air bersih PDAM, sehingga menggunakan air sumur bor, itu pun mengambil dari tetangga," kata warga Kelurahan Kalukuang, Eko Suhardi di Makassar, Sabtu.

Pada musim kemarau 2019, debit Air Bendungan Leko Pancing di Kabupaten Maros yang memasok air untuk PDAM Kota Makassar dalam sepekan terakhir sudah menipis, akibatnya warga di utara dan timur Kota Makassar tidak memperoleh air PDAM.

Eko mengatakan, air untuk konsumsi rumah tangga dan untuk menjual bakso -- usaha yang dilakukannya -- terpaksa harus membeli air galon isi ulang dengan rata-rata pembelian Rp30 ribu per hari.

Hal yang sama dikemukakan warga Kelurahan Baddoka, Kecamatan Biringkanayya, Makassar Kasmawati.

Menurut dia, akibat tidak ada ada pasokan air PDAM dan sumur rata-rata sudah kekeringan pada musim kemarau ini, terpaksa harus menumpuk pakaian kotornya beberapa hari, lalu ke rumah keluarga untuk mencuci. Itu pun harus menggunakan transportasi umum, karena jauh jaraknya.

"Setidaknya karena kekurangan air ini kami harus mengeluarkan biaya tambahan dapur rata-rata Rp30 ribu hingga Rp50 ribu untuk membeli air galon isi ulang," katanya.

Sama halnya warga Cambayya di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Muliati yang mengaku setiap hari membeli air seharga Rp30 ribu untuk tiga jerigen besar. Itupun hanya air sumur bor bukan air bersih PDAM.

Mencermati kondisi sebagian dari sekitar 4 juta warga Kota Makassar yang kekurangan air bersih saat musim kemarau, salah seorang tokoh masyarakat di Biringkanayya, Makassar Ambo Sai mengatakan, harusnya pihak PDAM Makassar segera mengambil langkah-langkah strategis membantu masyarakat, termasuk pelanggannya.

"Biasanya kalau musim kemarau, mobil tangki air PDAM berkeliling menyuplai air berih pada warga yang kesulitan air bersih. Kalau ini dibiarkan tanpa bantuan, selain semakin membebani perekonomian warga, juga warga rentan terkena penyakit karena kekurangan air bersih," ujarnya.

Sementara itu, Humas PDAM Kota Makassar Idris Tahir yang dihubungi belum memberikan jawaban.


 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar