Inco Tetap Kelola Seluruh Lahan Konsesi
Senin, 30 Agustus 2010 20:56 WIB
Presiden Direktur PT. Internasional Nickel Indonesia (Inco) Tony Wenas saat jumpa pers dengan wartawan di Makassar, Senin (30/8). (FOTO ANTARA/Hendra Nick Arthur)
Makassar (ANTARA News) - PT International Nickel Indonesia menegaskan tetap akan mengelola seluruh lahan konsesi yang dikuasai perusahaan tambang tersebut, menyusul desakan Pemprov Sulsel mengurangi lahan konsesi tambang perusahaan tersebut.
Presiden Direktur PT. Internasional Nickel Indonesia (Inco) Tony Wenas di Makasar, Senin, mengatakan pihaknya tetap akan sepenuhnya melaksanakan kontrak karya dengan mengelola seluruh lahan konsesi yang telah di kuasai oleh perusahaannya.
"Kita tetap akan menggarap seluruh lahan konsesi yang telah dikuasai oleh pihak Inco, dan beberapa wilayah tetap kita akan kerjakan beberapa wilayah di daerah tersebut," kata dia.
Saat di konfirmasi wartawan terkait permintaan Pemprov Sulsel yang meminta Inco menyerahkan sebagian lahan konsesinya, dia mengaku masih menunggu hasil pembahasan dengan pemerintah terkait penyesuaian kontrak karya dan Undang-undang Mineral dan Batu-bara (Minerba).
"Masing-masing perusahaan yang memiliki kontrak karya panjang menyerahkan rencana kerjanya ke pemerintah. Kami belum bisa menyampaikan hasilnya ke publik karena permasalahan ini masih dalam tahap pembicaraan," kata dia.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebelumnya meminta PT. Inco mengurangi lahan konsesi tambang yang dikelolanya.
"Tadi saya mempertegas kembali agar Inco mengembalikan sisa lahan yang tidak dikelolanya dan biarkan investor lain bisa masuk," ujar Gubernur.
Terkait surat resmi Gubernur kepada Presiden mengenai permintaan itu telah disampaikan pada 12 Mei 2010 lalu, ia mengatakan, surat tersebut telah sampai di meja Menteri Koordinator Perekonomian.
"Menko akan membicarakan secara khusus melalui pendekatan khusus ke wilayah," ujarnya yang menambahkan persoalan ini juga terkait regulasi di sejumlah menteri.
 Lahan konsesi kontrak karya PT Inco di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan seluas 118 ribu hektar, namun dalam waktu pengelolaan selama 30 tahun terakhir perusahaan itu baru mengelola sekitar 10 ribu hektar di kawasan tersebut. (T.KR-HK/S006) 30-08-2010 20:25:25
Presiden Direktur PT. Internasional Nickel Indonesia (Inco) Tony Wenas di Makasar, Senin, mengatakan pihaknya tetap akan sepenuhnya melaksanakan kontrak karya dengan mengelola seluruh lahan konsesi yang telah di kuasai oleh perusahaannya.
"Kita tetap akan menggarap seluruh lahan konsesi yang telah dikuasai oleh pihak Inco, dan beberapa wilayah tetap kita akan kerjakan beberapa wilayah di daerah tersebut," kata dia.
Saat di konfirmasi wartawan terkait permintaan Pemprov Sulsel yang meminta Inco menyerahkan sebagian lahan konsesinya, dia mengaku masih menunggu hasil pembahasan dengan pemerintah terkait penyesuaian kontrak karya dan Undang-undang Mineral dan Batu-bara (Minerba).
"Masing-masing perusahaan yang memiliki kontrak karya panjang menyerahkan rencana kerjanya ke pemerintah. Kami belum bisa menyampaikan hasilnya ke publik karena permasalahan ini masih dalam tahap pembicaraan," kata dia.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebelumnya meminta PT. Inco mengurangi lahan konsesi tambang yang dikelolanya.
"Tadi saya mempertegas kembali agar Inco mengembalikan sisa lahan yang tidak dikelolanya dan biarkan investor lain bisa masuk," ujar Gubernur.
Terkait surat resmi Gubernur kepada Presiden mengenai permintaan itu telah disampaikan pada 12 Mei 2010 lalu, ia mengatakan, surat tersebut telah sampai di meja Menteri Koordinator Perekonomian.
"Menko akan membicarakan secara khusus melalui pendekatan khusus ke wilayah," ujarnya yang menambahkan persoalan ini juga terkait regulasi di sejumlah menteri.
 Lahan konsesi kontrak karya PT Inco di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan seluas 118 ribu hektar, namun dalam waktu pengelolaan selama 30 tahun terakhir perusahaan itu baru mengelola sekitar 10 ribu hektar di kawasan tersebut. (T.KR-HK/S006) 30-08-2010 20:25:25
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ASDP salurkan bantuan sembako kepada puluhan korban kebakaran rumah di Sorowako
14 September 2025 18:10 WIB
Masjid Al-Ukhuwah Sorowako Sulsel raih penghargaan terbaik I Kemenag RI
02 October 2024 21:50 WIB, 2024
Pemprov Sulsel terima sertifikat hak pakai Bandara Sorowako Luwu Timur
09 February 2023 10:41 WIB, 2023
Menteri ESDM apresiasi tambang nikel Vale Indonesia di Sorowako Sulsel
14 August 2022 19:36 WIB, 2022
Menhub mengapresiasi dan dukung Pemprov Sulsel ambil alih Bandara Sorowako
29 May 2022 9:49 WIB, 2022
Imigrasi Palopo kembali buka layanan "Eazy Passport" di Sorowako Luwu Timur
25 May 2021 12:19 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB