Pengangkut Rocket Lab gagal capai orbit, kehilangan muatan tujuh satelit
Minggu, 5 Juli 2020 7:46 WIB
Foto peluncuran dan penerbangan pertama roket 3D bertenaga baterai yang diciptakan oleh Rocket Lab, perusahaan antariksa Silicon Valley, di Semenanjung Mahia yang terpencil di Selandia Baru, Kamis (25/5/2017). (Rocket Lab/Handout via REUTERS)
Wellington (ANTARA) - Sebuah roket dari perusahaan peluncuran satelit berukuran kecil, Rocket Lab, gagal mencapai orbit setelah sempat mengangkasa dari Selandia Baru pada Sabtu, kata perusahaan itu, yang kehilangan muatan tujuh satelit kecil yang hendak diangkut ke angkasa luar.
"Satu masalah terjadi hari ini selama peluncuran Rocket Lab yang menyebabkan hilangnya pengangkut (satelit)," perusahaan itu mengatakan pada Twitter , seraya menambahkan akan menyampaikan informasi lebih banyak.
"Kami minta maaf sedalam-dalamnya kepada para pelanggan di dewan Electrom," kata perusahaan yang berbasis di Aucland, Selandia Baru. "Masalah terjadi belakangan dalam penerbangan selama pembakaran tahap kedua."
Rocket Lab adalah satu dari kelompok perusahaan peluncuran yang sedang tumbuh yang berupaya mempermurah ongkos mengirim satelit seukuran kotak sepatu menuju orbit rendah Bumi, membuat roket-roket yang lebih kecil dan menghidupkan kembali jalur produksi tradisional untuk memenuhi permintaan muatan (satelit) yang sedang tumbuh.
Reuters
"Satu masalah terjadi hari ini selama peluncuran Rocket Lab yang menyebabkan hilangnya pengangkut (satelit)," perusahaan itu mengatakan pada Twitter , seraya menambahkan akan menyampaikan informasi lebih banyak.
"Kami minta maaf sedalam-dalamnya kepada para pelanggan di dewan Electrom," kata perusahaan yang berbasis di Aucland, Selandia Baru. "Masalah terjadi belakangan dalam penerbangan selama pembakaran tahap kedua."
Rocket Lab adalah satu dari kelompok perusahaan peluncuran yang sedang tumbuh yang berupaya mempermurah ongkos mengirim satelit seukuran kotak sepatu menuju orbit rendah Bumi, membuat roket-roket yang lebih kecil dan menghidupkan kembali jalur produksi tradisional untuk memenuhi permintaan muatan (satelit) yang sedang tumbuh.
Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Unismuh Makassar lakukan "benchmarking" pengelolaan lab standar LAMSPAK ke UMY
09 January 2025 15:26 WIB, 2025
Dinkes Sulsel tunggu hasil uji laboratorium Warga dicurigai KLB Pertusis
13 January 2023 5:24 WIB, 2023
Menkes: 12.500-15.000 bayi baru lahir di Indonesia alami penyakit jantung bawaan
29 December 2022 14:53 WIB, 2022
AS bantah tuduhan Rusia atas keterlibatan di laboratorium biologi Ukraina
10 March 2022 10:44 WIB, 2022
Kemenkes: Pelaku perjalanan luar negeri boleh lakukan tes pembanding di lab berbeda
14 February 2022 23:05 WIB, 2022