Logo Header Antaranews Makassar

Sembilan orang tewas akibat bentrokan di perbatasan Pakistan-Afghanistan

Sabtu, 2 Mei 2026 16:05 WIB
Image Print
Kerusakan parah terlihat akibat dugaan serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan pada 13 Maret 2026. Menurut pemerintah Taliban, setidaknya empat orang tewas dan 15 lainnya terluka, termasuk wanita dan anak-anak. Para pejabat mengatakan serangan itu juga menghantam provinsi Kandahar, Paktia, dan Pakitika. ANTARA/Hamid Sabawoon/Anadolu/pri.

Karachi (ANTARA) - Pakistan menuduh pasukan perbatasan Afghanistan menargetkan warga sipil dalam rangkaian bentrokan perbatasan terbaru, yang menurutnya menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 15 lainnya dalam dua hari terakhir.

Menteri Informasi Islamabad, Attaullah Tarar, dalam unggahan di platform media sosial X pada Jumat (1/5) menyatakan bahwa korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak, serta 12 orang lainnya terluka pada Kamis.

Tarar mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat penargetan warga sipil tanpa provokasi dan bersifat kriminal oleh pasukan perbatasan Afghanistan di distrik suku Bajaur, wilayah barat laut.

Ia menambahkan bahwa pada Jumat, tiga warga sipil yang sedang bermain kriket terluka akibat serangan drone quadcopter yang disebutnya terang-terangan dan memalukan oleh Fitna Al Khwarij.

Islamabad menyebut militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang anti Pakistan sebagai Fitna Al Khwarij, yang menurut pihak Pakistan didukung oleh Kabul.

Kendati demikian, tidak ada reaksi langsung terhadap tuduhan Islamabad dari Kabul, yang di masa lalu telah membantah mendukung TTP.

Sumber: Anadolu


Berita sselengkapnya :: Pakistan: Sembilan orang tewas akibat bentrokan dengan Afghanistan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026