Nilai Uang di Makassar Naik
Senin, 1 November 2010 18:21 WIB
Makassar (ANTARA News) - Nilai uang di Makassar naik dan harga barang terus turun akibat jumlah barang yang beredar melebihi jumlah uang yang beredar.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Bambang Suprijanto, di Makassar, Senin, kota Makassar selama Oktober 2010 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,65.
"Kelompok bahan makanan sebesar 2,47 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen," ungkap dia.
Dia mengatakan kenaikan deflasi disebabkan turunnya harga kelompok bahan makanan hampir empat persen, serta kenaikan harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar0,26 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12 persen, kelompok sandang 1,86 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.
Sebanyak 10 komoditas telah menjadi penyumbang tertinggi deflasi Makassar seperti, ikan bandeng, daging ayam ras, tomat sayur, daging sapi, udang basah, ikan cakalang, kol putih/kubis, wortel, susu kental manis hingga angkutan antar kota.
Sedangkan komoditas yang mengalami inflasi di atas 0,01 persen adalah emas perhiasan, cabe rawit, bawang merah, gula pasir dan tukang (bukan mandor). (T.KR-HK/M012)
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Bambang Suprijanto, di Makassar, Senin, kota Makassar selama Oktober 2010 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,65.
"Kelompok bahan makanan sebesar 2,47 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen," ungkap dia.
Dia mengatakan kenaikan deflasi disebabkan turunnya harga kelompok bahan makanan hampir empat persen, serta kenaikan harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar0,26 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12 persen, kelompok sandang 1,86 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.
Sebanyak 10 komoditas telah menjadi penyumbang tertinggi deflasi Makassar seperti, ikan bandeng, daging ayam ras, tomat sayur, daging sapi, udang basah, ikan cakalang, kol putih/kubis, wortel, susu kental manis hingga angkutan antar kota.
Sedangkan komoditas yang mengalami inflasi di atas 0,01 persen adalah emas perhiasan, cabe rawit, bawang merah, gula pasir dan tukang (bukan mandor). (T.KR-HK/M012)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat : Kurs rupiah merosot karena data tenaga kerja AS yang solid
11 December 2023 11:45 WIB, 2023
Kurs rupiah menguat seiring kasus harian COVID-19 turun di bawah 10.000
24 August 2021 11:17 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Koperasi Merah Putih di Sulsel catat 1,19 juta transaksi hingga Agustus 2026
28 September 2026 4:42 WIB