Anggaran Pendidikan Sulbar 2011 Turun
Rabu, 15 Desember 2010 13:43 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Anggaran pendidikan dalam APBD Sulawesi Barat 2011 hanya Rp22 miliar, turun sekitar dua persen dibandingkan APBD 2010 sebesar Rp26 miliat.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulbar, Rayu di Mamuju, Rabu, mengatakan, anggaran pendidikan Provinsi Sulbar 2011 hanya sekitar empat persen dari total pendapatan dalam APBD Rp661 miliar.
Ia mengatakan, jumlah anggaran pendidikan tersebut berkurang dibandingkan APBD tahun 2010 yang sebelumnya sekitar enam persen dari total pendapatan APBD Sulbar sekitar Rp627 miliar.
"Anggaran pendidikan Sulbar pada APBD Sulbar tahun 2011 sekitar Rp22 miliar, merosot dibandingkan APBD tahun 2010 yang besarnya sekitar Rp26 miliar,"katanya.
Oleh karena itu, ia mengaku kecewa dengan menurunnya anggaran pendidikan tersebut karena akan berpengaruh kualitas dan mutu pendidikan di daerah ini.
"Pendapatan dalam anggaran dalam APBD 2010 lebih sedikit dibanding APBD 2011, tetapi justru anggaran pendidikan di 2010 lebih tinggi dibandingkan 2011, sehingga kondisi ini sangat mengecewakan bagi kami,"ujar Rayu yang juga legislator dari partai PDI-P tersebut.
Menurut dia, minimnya anggaran pendidikan di Sulbar tersebut tidak dapat diterima dewan karena akan semakin merendahkan mutu pendidikan di Sulbar yang merupakan Provinsi termuda dan juga salah satu daerah tertinggal dalam sektor pendidikan.
"Saya selaku ketua Komisi IV tidak bertanggung jawab dengan pembahasan anggaran pendidikan yang minim tersebut karena dapat membuat pendidikan di daerah ini akan semakin terpuruk, "katanya
Ia menolak dengan tegas anggaran pendidikan di Sulbar itu jika masih tetap dianggarkan dalam jumlah yang sangat minim, karena dewan akan mendapat protes keras dari masyarakat Sulbar.
Masyarakat akan mencemoh pemerintah kalau tetap menganggarkan dana pendidikan dalam APBD Sulbar dengan jumlah yang sangat minim, selain itu juga akan mengurangi kredibilitas pemerintah mengenai konsistensinya dalam memajukan pendidikan daerah ini.
"Mestinya anggaran pendidikan itu 20 persen sesuai yang diamanatkan dalam undang undang, tapi sudahlah kalau memang anggaran tidak mampu cukup 10 persen saja atau sekitar Rp60 miliar yang dianggarkan di APBD Sulbar 2011, bukan seperti sekarang ini hanya empat persen karena itu jauh sangat rendah,"katanya.
Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah di Sulbar dapat meningkatkan anggaran pendidikan dari empat persen menjadi 10 persen dalam APBD tahun 2011 agar tidak menimbulkan protes dari masyarakat dan pendidikan daerah ini lebih maju lagi. (T.KR-MFH/S016)
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulbar, Rayu di Mamuju, Rabu, mengatakan, anggaran pendidikan Provinsi Sulbar 2011 hanya sekitar empat persen dari total pendapatan dalam APBD Rp661 miliar.
Ia mengatakan, jumlah anggaran pendidikan tersebut berkurang dibandingkan APBD tahun 2010 yang sebelumnya sekitar enam persen dari total pendapatan APBD Sulbar sekitar Rp627 miliar.
"Anggaran pendidikan Sulbar pada APBD Sulbar tahun 2011 sekitar Rp22 miliar, merosot dibandingkan APBD tahun 2010 yang besarnya sekitar Rp26 miliar,"katanya.
Oleh karena itu, ia mengaku kecewa dengan menurunnya anggaran pendidikan tersebut karena akan berpengaruh kualitas dan mutu pendidikan di daerah ini.
"Pendapatan dalam anggaran dalam APBD 2010 lebih sedikit dibanding APBD 2011, tetapi justru anggaran pendidikan di 2010 lebih tinggi dibandingkan 2011, sehingga kondisi ini sangat mengecewakan bagi kami,"ujar Rayu yang juga legislator dari partai PDI-P tersebut.
Menurut dia, minimnya anggaran pendidikan di Sulbar tersebut tidak dapat diterima dewan karena akan semakin merendahkan mutu pendidikan di Sulbar yang merupakan Provinsi termuda dan juga salah satu daerah tertinggal dalam sektor pendidikan.
"Saya selaku ketua Komisi IV tidak bertanggung jawab dengan pembahasan anggaran pendidikan yang minim tersebut karena dapat membuat pendidikan di daerah ini akan semakin terpuruk, "katanya
Ia menolak dengan tegas anggaran pendidikan di Sulbar itu jika masih tetap dianggarkan dalam jumlah yang sangat minim, karena dewan akan mendapat protes keras dari masyarakat Sulbar.
Masyarakat akan mencemoh pemerintah kalau tetap menganggarkan dana pendidikan dalam APBD Sulbar dengan jumlah yang sangat minim, selain itu juga akan mengurangi kredibilitas pemerintah mengenai konsistensinya dalam memajukan pendidikan daerah ini.
"Mestinya anggaran pendidikan itu 20 persen sesuai yang diamanatkan dalam undang undang, tapi sudahlah kalau memang anggaran tidak mampu cukup 10 persen saja atau sekitar Rp60 miliar yang dianggarkan di APBD Sulbar 2011, bukan seperti sekarang ini hanya empat persen karena itu jauh sangat rendah,"katanya.
Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah di Sulbar dapat meningkatkan anggaran pendidikan dari empat persen menjadi 10 persen dalam APBD tahun 2011 agar tidak menimbulkan protes dari masyarakat dan pendidikan daerah ini lebih maju lagi. (T.KR-MFH/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MK kabulkan sebagian permohonan gugatan soal masuknya program MBG dalam anggaran pendidikan
30 July 2026 19:55 WIB
Pemprov Sulbar alokasikan anggaran Rp628 miliar untuk pengembangan pendidikan
12 August 2025 19:12 WIB, 2025
Istana tegaskan anggaran beasiswa dan operasional pendidikan tidak kena efisiensi
14 February 2025 13:31 WIB, 2025
Anggota DPR mengingatkan penuhi amanat anggaran pendidikan 20 persen
21 January 2025 12:40 WIB, 2025
Presiden Prabowo sebut alokasi APBN terbesar pada pendidikan bukan pertahanan
10 December 2024 18:51 WIB, 2024
DPRD Maros anggarkan Rp420 miliar untuk dana pendidikan pada APBD 2025
26 November 2024 18:37 WIB, 2024
Pemerintah telah menyalurkan Rp463,1 triliun untuk dana pendidikan 2024
13 November 2024 9:05 WIB, 2024
Kemendikbudristek menerima tambahan anggaran untuk program prioritas
12 September 2024 18:27 WIB, 2024
Komisi X DPR menghasilkan lima kesimpulan terkait masalah anggaran pendidikan
12 September 2024 10:13 WIB, 2024