Sulsel Kekurangan Tenaga Inseminator
Jumat, 24 Desember 2010 17:56 WIB
Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan masih kekurangan tenaga inseminator di seluruh kabupaten untuk melaksanakan inseminasi buatan terhadap pengembangbiakan ternak sapi.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Jumat, mengatakan, jumlah tenaga insemintaor di Sulsel masih sangat minim, setiap kabupaten hanya memiliki sekitar 10 tenaga inseminator.
Padahal, kata dia, secara ideal, setiap desa di kabupaten minimal terdapat satu orang inseminator.
"Di Kabupaten Jeneponto misalnya, jumlah tenaga inseminator hanya delapan orang, padahal jumlah sapi mencapai 39.000 ekor," tuturnya.
Sama halnya di Kabupaten Barru, jumlah tenaga inseminator hanya mencapai 15 orang, sedangkan populasi sapi mencapai 50.000 ekor.
Ia mengaku, hal inilah yang menjadi salah satu kendala dihadapi oleh Pemprov Sulsel dalam meningkatkan populasi ternak sapi di wilayah tersebut.
"Minimnya tenaga inseminator ini juga menjadi penyebab proses inseminasi buatan sapi di Sulsel hanya mencapai sekitar 35 persen. Padahal, potensi inseminasi buatan bisa mencapai 80 persen," terangnya.
Ia menambahkan, selain menambah jumlah inseminator, Pemprov Sulsel juga harus meningkatkan pengetahuan tenaga inseminator agar benar-benar menguasai teknik inseminasi pada sistem kawin suntik ini.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan rencana peningkatan intensitas inseminasi pada ternak sapi dan peningkatan produksi yang ditarget mencapai satu juta ekor.
"Setiap tahun kami berupaya untuk merealisasikan program yang bisa mendorong peningkatan populasi sapi di Sulsel, salah satunya adalah dengan penambahan tenaga inseminator," tandasnya. (T.pso-103/S016)
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Jumat, mengatakan, jumlah tenaga insemintaor di Sulsel masih sangat minim, setiap kabupaten hanya memiliki sekitar 10 tenaga inseminator.
Padahal, kata dia, secara ideal, setiap desa di kabupaten minimal terdapat satu orang inseminator.
"Di Kabupaten Jeneponto misalnya, jumlah tenaga inseminator hanya delapan orang, padahal jumlah sapi mencapai 39.000 ekor," tuturnya.
Sama halnya di Kabupaten Barru, jumlah tenaga inseminator hanya mencapai 15 orang, sedangkan populasi sapi mencapai 50.000 ekor.
Ia mengaku, hal inilah yang menjadi salah satu kendala dihadapi oleh Pemprov Sulsel dalam meningkatkan populasi ternak sapi di wilayah tersebut.
"Minimnya tenaga inseminator ini juga menjadi penyebab proses inseminasi buatan sapi di Sulsel hanya mencapai sekitar 35 persen. Padahal, potensi inseminasi buatan bisa mencapai 80 persen," terangnya.
Ia menambahkan, selain menambah jumlah inseminator, Pemprov Sulsel juga harus meningkatkan pengetahuan tenaga inseminator agar benar-benar menguasai teknik inseminasi pada sistem kawin suntik ini.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan rencana peningkatan intensitas inseminasi pada ternak sapi dan peningkatan produksi yang ditarget mencapai satu juta ekor.
"Setiap tahun kami berupaya untuk merealisasikan program yang bisa mendorong peningkatan populasi sapi di Sulsel, salah satunya adalah dengan penambahan tenaga inseminator," tandasnya. (T.pso-103/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK panggil Staf Sekjen Kementan periode 2021-2023 terkait kasus dugaan TPPU SYL
07 May 2025 14:04 WIB
KPK panggil pegawai Visi Law Office sebagai saksi terkait kasus dugaan TPPU Syahrul Yasin Limpo
16 April 2025 14:59 WIB
Pengacara Febri Diansyah membantah dugaan honor dari SYL merupakan hasil korupsi
22 March 2025 5:55 WIB
MK menerima pencabutan gugatan Andika-Hendi terkait Pilkada Jateng 2024
20 January 2025 11:28 WIB, 2025
Hakim PN Jaksel menolak gugatan praperadilan terkait kasus Firli Bahuri
18 December 2024 13:21 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB