Pemprov Sulbar data rumah rusak akibat gempa
Rabu, 27 Januari 2021 11:33 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Dr M Idris DP, mengunjungi pengungsi gempa di Mamuju, Selasa (27/01/2021). ANTARA/M Faisal Hanapi
Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendata rumah yang rusak akibat gempa bumi di sejumlah wilayah di kabupaten Majene dan Mamuju.
"Pemerintah Sulbar mulai melakukan langkah penanganan gempa, dengan melakukan pendataan rumah rusak dan selain fokus membantu pengungsian dengan pemenuhan sarana prasarananya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Dr M Idris DP, di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, pemerintah Sulbar mulai melakukan pendataan rumah rusak dan pemerintah menargetkan bahwa pada Juli 2021 sudah tidak ada lagi pengungsi gempa.
"Ada beberapa tahapan dalam perbaikan rumah masyarakat akibat gempa, yakni pendataan kemudian analisa kerusakan dan tahap pembangunan," katanya.
Ia mengatakan, tim yang melakukan pendataan telah diturunkan mendata rumah rusak parah dan tidak layak huni.
Menurut dia, 120 organisasi relawan gempa di Sulbar telah membantu masyarakat Sulbar selama di pengungsian dan evakuasi.
Ia mengatakan, korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene Sulbar mencapai 105 orang
Pengungsi mencapai 15.000 orang di sejumlah titik daerah Kabupaten Mamuju dan 4.400 di kabupaten Majene serta mengakibatkan ribuan pemukiman dan sejumlah fasilitas pemerintah rusak dan roboh.
Gempa Mamuju telah mengakibatkan kantor Gubernur Sulbar roboh dan rata dengan tanah selain itu bangunan rumah sakit berlantai lima di kota Mamuju, pusat perbelanjaan dan pusat pelayanan publik lainnya juga roboh beserta ratusan pemukiman warga rusak total.
"Pemerintah Sulbar mulai melakukan langkah penanganan gempa, dengan melakukan pendataan rumah rusak dan selain fokus membantu pengungsian dengan pemenuhan sarana prasarananya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Dr M Idris DP, di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, pemerintah Sulbar mulai melakukan pendataan rumah rusak dan pemerintah menargetkan bahwa pada Juli 2021 sudah tidak ada lagi pengungsi gempa.
"Ada beberapa tahapan dalam perbaikan rumah masyarakat akibat gempa, yakni pendataan kemudian analisa kerusakan dan tahap pembangunan," katanya.
Ia mengatakan, tim yang melakukan pendataan telah diturunkan mendata rumah rusak parah dan tidak layak huni.
Menurut dia, 120 organisasi relawan gempa di Sulbar telah membantu masyarakat Sulbar selama di pengungsian dan evakuasi.
Ia mengatakan, korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene Sulbar mencapai 105 orang
Pengungsi mencapai 15.000 orang di sejumlah titik daerah Kabupaten Mamuju dan 4.400 di kabupaten Majene serta mengakibatkan ribuan pemukiman dan sejumlah fasilitas pemerintah rusak dan roboh.
Gempa Mamuju telah mengakibatkan kantor Gubernur Sulbar roboh dan rata dengan tanah selain itu bangunan rumah sakit berlantai lima di kota Mamuju, pusat perbelanjaan dan pusat pelayanan publik lainnya juga roboh beserta ratusan pemukiman warga rusak total.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Sulbar mengimbau masyarakat tetap tenang pasca-gempa magnitudo 6,7 di Palu
16 June 2026 14:48 WIB
Penjabat gubernur minta pemda di Sulbar memperkuat mitigasi bencana
05 September 2024 18:02 WIB, 2024
Presiden Jokowi tinjau fasilitas pendidikan di SMK 1 Rangas yang terdampak gempa Mamuju
23 April 2024 13:56 WIB, 2024
Presiden Jokowi fasilitasi mobil listrik untuk praktik SMK terdampak gempa di Sulbar
23 April 2024 11:05 WIB, 2024