
Masyarakat Sulbar perlu waspada informasj hoaks visual AI

Mamuju (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulawesi Barat meminta masyarakat agar perlu mewaspadai penyebaran informasi melalui foto dan video pascagempa yang belum terverifikasi, termasuk konten visual yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
"Kami minta masyarakat agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan foto dan video pascagempa yang sumbernya tidak jelas," kata Kepala Dinas Kominfo SP Provinsi Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, di Mamuju, Selasa.
Ridwan menekankan pentingnya memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, BMKG dan media kredibel.
"Pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, maupun media yang kredibel. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan di masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga kondisi agar tetap tenang dan tidak membuat warga lain panik, utamanya di media sosial yang memungkinkan setiap orang bisa membuat dan menyebarkan informasi.
"Selektif baca informasi sebelum dibagikan. Pastikan dari sumber informasi resmi dan terpercaya," ujarnya.
Teknologi kecerdasan buatan, menurut dia, merupakan teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, pelayanan publik, pendidikan hingga pengembangan UMKM.
Namun, teknologi tersebut juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat konten palsu yang menyesatkan.
"Di sinilah pentingnya mendorong literasi digital menerima maupun menyebarkan informasi. Jadi, saya mengajak insan pers dan seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks visual yang beredar di media sosial," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah juga mengimbau masyarakat di daerah itu agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang, saling membantu dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Ikuti arahan petugas dan pantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah," kata Yasir.
Untuk layanan informasi dan pelaporan kebencanaan, kata Yasir, masyarakat dapat menghubungi call center Pusdalops BPBD Provinsi Sulbar melalui nomor WhatsApp 0822-2050-0117.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari upaya bersama dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi maupun bencana alam lainnya.
Peristiwa gempa bumi berkekuatan 6, 7 magnitudo yang terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa siang sekitar pukul 11. 27 WITA, juga dirasakan getarannya hingga di beberapa wilayah di Sulbar, termasuk di Kabupaten Mamuju.
Getaran gempa membuat warga di Kabupaten Mamuju panik dan berhamburan ke luar rumah karena khawatir dampak getaran dapat menyebabkan robohnya bangunan.
Pasca-terjadinya gempa, beredar gambar dan video kerusakan bangunan melalui berbagai platform media sosial.
Salah satunya, tugu Bundaran Smart Pasangkayu yang terlihat roboh dan diasumsikan sebagai dampak gempa bumi berkekuatan 6, 7 magnitudo yang terjadi di Palu.
Gambar tersebut dipastikan hoaks dan diduga hasil rekayasa kecerdasan buatan sebab hingga Selasa sore, belum ada laporan resmi adanya dampak, baik kerusakan bangunan maupun korban di Kabupaten Mamuju akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah Palu.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
