Logo Header Antaranews Makassar

Cegah hoaks, Diskominfo Sulbar perkuat literasi digital masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 21:20 WIB
Image Print
Kepala Diskominfo Provinsi Sulbar Muhammad Ridwan Djafar. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat literasi digital di kalangan masyarakat agar tidak mudah terjebak hoaks yang kian masif di media sosial.

"Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar masyarakat mampu menyaring informasi secara mandiri," kata Kepala Diskominfo Provinsi Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, di Mamuju, Rabu.

Langkah tersebut, menurut Ridwan, sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar yang menempatkan literasi digital sebagai salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Di tengah transformasi digital yang tak terbendung, kemampuan memilah informasi sebagai hal yang krusial," ujar Ridwa.

Dia menggambarkan kondisi ruang digital saat ini, bukan hanya dipenuhi informasi menyesatkan, tetapi juga penipuan, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk kejahatan siber yang bergerak
cepat dan luas.

Sehingga, Ridwan menekankan pentingnya masyarakat membangun kebiasaan baru dalam mengkonsumsi informasi.

Setiap kabar yang diterima, kata dia, seharusnya diverifikasi lebih dulu, memastikan sumbernya jelas dan kredibel, sebelum dibagikan kembali ke ruang publik digital.

"Kekuatan media sosial begitu besar, sehingga mustahil sepenuhnya dibendung. Jadi, pendekatan yang paling realistis adalah mencerdaskan pengguna," ujarnya.

Ia juga menyinggung keterbatasan kewenangan daerah dalam memblokir situs bermasalah, termasuk judi daring (online) yang menjadi ranah pemerintah pusat.

Di tengah keterbatasan tersebut, menurut dia, upaya kolaboratif antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten menjadi penting untuk memperluas edukasi digital hingga ke akar rumput.

"Melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, komunitas, hingga individu perlu mengambil peran agar ruang digital tidak terus diracuni informasi palsu. Oleh karena itu, penting agar informasi yang diperoleh itu disaring sebelum disebarluaskan," kata Ridwan Djafar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026