
Edukasi digital cegah kejahatan siber di Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengintensifkan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber, termasuk praktik phishing yang kian marak.
"Ruang digital saat ini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ladang rawan kejahatan siber," kata Kepala Diskominfo SP Provinsi Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, di Mamuju, Senin.
Ridwan Djafar menekankan pentingnya respons cepat terhadap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat, salah satunya terkait maraknya praktik phising.
Ia mendorong seluruh bidang di lingkup Diskominfo SP Provinsi Sulbar, tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif dalam menyampaikan informasi yang edukatif
"Setiap perangkat daerah, khususnya bidang-bidang di Kominfo SP diharapkan mampu mengambil peran dalam memperkuat literasi digital masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.
Ridwan Djafar menilai edukasi mengenai modus penipuan, seperti phishing harus disampaikan secara masif dan berulang agar mudah dipahami masyarakat luas.
Pendekatan yang digunakan, lanjut dia, perlu disesuaikan dengan karakter pengguna media digital yang beragam.
"Penguatan literasi digital dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung layanan publik yang aman, transparan, dan responsif di era digital," katanya.
Dengan strategi komunikasi yang lebih aktif dan adaptif, Ridwan Djafar optimistis masyarakat akan semakin cerdas dalam memilah informasi sekaligus terhindar dari berbagai bentuk kejahatan digital.
"Saya berharap, melalui edukasi ruang digital yang semakin masif, masyarakat semakin cerdas memilih informasi sehingga dapat terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber," ujarnya.
Langkah itu, kata Ridwan Djafar, sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulbar yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu prioritas utama.
"Penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung layanan publik yang aman, transparan, dan responsif di era digital," katanya.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
