Gorontalo  (ANTARA News) - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Abdurahman Murad, dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Menyebab pengeroyokan itu, karena belum terealisasi pengadaan atribut oramaru oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan dan Olahraga.

Sehingga sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas mengeroyok President Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo.

Koordinator Lapangan Suryo Ali mengatakan sebelumnya mereka sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Rektorat Universitas Negri Gorontalo, namun sampai saat ini belum di realisasikan.

" Sudah tiga kali kami melaporkan tapi belum juga di realisasikan, serta telah mendatangi sekretariat BEM, tapi tidak pernah mendapat tanggapan, " Kata Suryo, Selasa.

Sebelumnya pihak Rektorat UNG telah mempertemukan mahasiswa dengan pihak BEM, namun karena tidak puas maka akhirnya terjadi pengeroyokan.

" Kami sudah mencoba menjelaskan kepada teman mahasiswa namun tidak di indahkan, dan ketika saya beranjak dari tempat tiba tiba mereka menyerang, " Kata Abdurahman.

Mahasiswa dari Fakultas Teknik yang tidak menerima Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa di keroyok, melakukan aksi penyerangan balik kepada Masa Aksi, beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Mahasiswa ini menuntut pengembalian Dana atribut oramaru sebesar Rp.180.000, dari total mahasiswa angakatan 2010 untuk Fakultas Kesehatan dan Olahraga sebanyak 820 orang.

Hingga saat ini Pihak Universitas Negri Gorontalo belum dapat dimintai keterangan.
(KR-MTO/MO31) Â