Presiden BEM Universitas Negeri Gorontalo Dikeroyok Mahasiswa
Selasa, 25 Januari 2011 14:10 WIB
Gorontalo  (ANTARA News) - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Abdurahman Murad, dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa perguruan tinggi tersebut.
Menyebab pengeroyokan itu, karena belum terealisasi pengadaan atribut oramaru oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan dan Olahraga.
Sehingga sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas mengeroyok President Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo.
Koordinator Lapangan Suryo Ali mengatakan sebelumnya mereka sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Rektorat Universitas Negri Gorontalo, namun sampai saat ini belum di realisasikan.
" Sudah tiga kali kami melaporkan tapi belum juga di realisasikan, serta telah mendatangi sekretariat BEM, tapi tidak pernah mendapat tanggapan, " Kata Suryo, Selasa.
Sebelumnya pihak Rektorat UNG telah mempertemukan mahasiswa dengan pihak BEM, namun karena tidak puas maka akhirnya terjadi pengeroyokan.
" Kami sudah mencoba menjelaskan kepada teman mahasiswa namun tidak di indahkan, dan ketika saya beranjak dari tempat tiba tiba mereka menyerang, " Kata Abdurahman.
Mahasiswa dari Fakultas Teknik yang tidak menerima Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa di keroyok, melakukan aksi penyerangan balik kepada Masa Aksi, beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Mahasiswa ini menuntut pengembalian Dana atribut oramaru sebesar Rp.180.000, dari total mahasiswa angakatan 2010 untuk Fakultas Kesehatan dan Olahraga sebanyak 820 orang.
Hingga saat ini Pihak Universitas Negri Gorontalo belum dapat dimintai keterangan.
(KR-MTO/MO31) Â
Menyebab pengeroyokan itu, karena belum terealisasi pengadaan atribut oramaru oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan dan Olahraga.
Sehingga sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas mengeroyok President Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo.
Koordinator Lapangan Suryo Ali mengatakan sebelumnya mereka sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Rektorat Universitas Negri Gorontalo, namun sampai saat ini belum di realisasikan.
" Sudah tiga kali kami melaporkan tapi belum juga di realisasikan, serta telah mendatangi sekretariat BEM, tapi tidak pernah mendapat tanggapan, " Kata Suryo, Selasa.
Sebelumnya pihak Rektorat UNG telah mempertemukan mahasiswa dengan pihak BEM, namun karena tidak puas maka akhirnya terjadi pengeroyokan.
" Kami sudah mencoba menjelaskan kepada teman mahasiswa namun tidak di indahkan, dan ketika saya beranjak dari tempat tiba tiba mereka menyerang, " Kata Abdurahman.
Mahasiswa dari Fakultas Teknik yang tidak menerima Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa di keroyok, melakukan aksi penyerangan balik kepada Masa Aksi, beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Mahasiswa ini menuntut pengembalian Dana atribut oramaru sebesar Rp.180.000, dari total mahasiswa angakatan 2010 untuk Fakultas Kesehatan dan Olahraga sebanyak 820 orang.
Hingga saat ini Pihak Universitas Negri Gorontalo belum dapat dimintai keterangan.
(KR-MTO/MO31) Â
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar melibatkan elemen pemuda pada penyusunan RPJPD 2025-2045
01 March 2024 10:57 WIB, 2024
Jokowi mengingatkan etika dan sopan santun ketimuran dalam mengkritik
11 December 2023 13:57 WIB, 2023
Polisi kerahkan 1.611 personel kawal unjuk rasa BEM Seluruh Indonesia di Kawasan Patung Kuda
20 October 2023 15:03 WIB, 2023
BEM Universitas Indonesia kritisi persoalan polusi udara di DKI Jakarta
22 June 2022 22:14 WIB, 2022
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB