Anggota KPID Sulsel Dilantik
Selasa, 1 Februari 2011 21:27 WIB
Makassar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang melantik anggota Komisi Penyiaran Independen Daerah (KPID) setelah sempat tertunda selama sebulan.
Pelantikan KPID ketiga tersebut berlangsung di kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel di Makassar, Selasa.
Tujuh anggota KPID Sulsel yang dilantik, yakni Aliem Febry Soni, Andi fadli, Andi Mardian, Rahma Sayed, Rusdin Tompo, Sukardi Weda dan Sumaezita Suaman.
Aliem merupakan pengganti calon anggota KPID, Amelia, yang memilih mengundurkan diri setelah dinyataka lolos uji kepatutan dan kelayakan akhir tahun lalu.
Usai pelantikan, Agus mengatakan, keterlambatan pengukuhan anggota baru bukan kesengajaan. Tapi karena adanya pertimbangan perampungan data dan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran.
"Keterlambatan bukanlah kesengajaan. Tapi saya berharap, anggota baru KPID tidak surut semangat meneruskan program anggota periode lalu dengan terus mengkritisi siaran-siaran media kita yang tidak sesuai aturan dan etika," ujarnya.
Kepala Dinas Hubkominfo, Andi Masykur Sultan menjelaskan sebelum pelantikan ada beberpa kendala dari rencana yang ditetapkan, antara lain salah satu komisioner mengundurkan diri sebelum dilantik.
"Jadi harus menunggu anggota dewan legislatif memilih cadangan, " ujar dia.
Menurutnya, tahun lalu juga pemerintah pusat sudah mengizinkan pembentukan Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel. Rencananya dua lembaga ini bersamaan dilantik, tapi ternyata rencana tersebut terkendala banyak halangan.
Masykur berharap agar KPID Sulsel melaksanakan tugas pengawasan konten informasi media menyiaran dalam rangka pencitraan media yang makin tinggi.
"Pencitraan menjadi salah satu argumen penting untuk menegakkan berbagai persoalan masyarakat saat ini, " katanya. (T.KR-AAT/S016)
Pelantikan KPID ketiga tersebut berlangsung di kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel di Makassar, Selasa.
Tujuh anggota KPID Sulsel yang dilantik, yakni Aliem Febry Soni, Andi fadli, Andi Mardian, Rahma Sayed, Rusdin Tompo, Sukardi Weda dan Sumaezita Suaman.
Aliem merupakan pengganti calon anggota KPID, Amelia, yang memilih mengundurkan diri setelah dinyataka lolos uji kepatutan dan kelayakan akhir tahun lalu.
Usai pelantikan, Agus mengatakan, keterlambatan pengukuhan anggota baru bukan kesengajaan. Tapi karena adanya pertimbangan perampungan data dan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran.
"Keterlambatan bukanlah kesengajaan. Tapi saya berharap, anggota baru KPID tidak surut semangat meneruskan program anggota periode lalu dengan terus mengkritisi siaran-siaran media kita yang tidak sesuai aturan dan etika," ujarnya.
Kepala Dinas Hubkominfo, Andi Masykur Sultan menjelaskan sebelum pelantikan ada beberpa kendala dari rencana yang ditetapkan, antara lain salah satu komisioner mengundurkan diri sebelum dilantik.
"Jadi harus menunggu anggota dewan legislatif memilih cadangan, " ujar dia.
Menurutnya, tahun lalu juga pemerintah pusat sudah mengizinkan pembentukan Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel. Rencananya dua lembaga ini bersamaan dilantik, tapi ternyata rencana tersebut terkendala banyak halangan.
Masykur berharap agar KPID Sulsel melaksanakan tugas pengawasan konten informasi media menyiaran dalam rangka pencitraan media yang makin tinggi.
"Pencitraan menjadi salah satu argumen penting untuk menegakkan berbagai persoalan masyarakat saat ini, " katanya. (T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan komisioner KIP Dr Aswar Hasan tutup usia di RS Primaya Makassar
14 August 2025 9:15 WIB, 2025
Diskominfo Sulsel: Keberadaan TV-radio sebagai perekat bangsa bebas berita hoax
22 September 2024 18:43 WIB, 2024
KJPP Sulsel mendesak DPRD seleksi ulang calon komisioner KPID dan KI
19 September 2024 16:57 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Desa Binaan Imigrasi di Majene terbentuk, Kanim Polman harap bisa percepat komunikasi
24 September 2026 12:42 WIB
Imigrasi Parepare periksa dokumen warga Meksiko dan Belanda di Tana Toraja
24 September 2026 10:51 WIB