Presiden Prancis tuntut penjelasan resmi PM Israel soal 'spyware' Pegasus
Minggu, 25 Juli 2021 18:26 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron menggaruk alisnya saat ia berbicara kepada media bersama dengan Perdana Menteri Portugal Antonio Costa (tidak ada di foto) sebelum pertemuan di Istana Elysee di Paris, Prancis, Rabu (16/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/foc/cfo
Yerusalem (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron menuntut penjelasan resmi dari Perdana Menteri Israel Naftali Bennett atas perangkat pemata-mataan (spyware) Pegasus yang dikembangkan oleh NSO Grup yang berbasis di Israel.
Tuntutan itu disampaikan Macron saat ia melakukan pembicaraan dengan Bennett melalui telepon, Sabtu (24/7).
Stasiun TV Channel 12 Israel menyebutkan Macron menyatakan kegusarannya tentang laporan bahwa telepon selulernya dan milik pejabat pemerintah Prancis lainnya disadap. Bennet berjanji penyelidikan tingkat paling tinggi akan diluncurkan, namun mencatat bahwa insiden itu terjadi sebelum dirinya dilantik sebagai perdana menteri.
Sedikitnya 10 negara --seperti Bahrain, Kazakhstan, Meksiko, Maroko, Azerbaijan, Hongaria, India, dan Uni Emirat Arab (UAE)-- diduga merupakan pelanggan NSO Grup dan spyware digunakan untuk mengawasi para pegiat, wartawan, pengacara, dan politisi.
Perangkat pemata-mataan itu dilaporkan mampu mengubah telepon seluler menjadi alat pengintai yang dapat mengakses pesan, kamera, rekaman audio, dan aplikasi.
Sumber: Anadolu
Tuntutan itu disampaikan Macron saat ia melakukan pembicaraan dengan Bennett melalui telepon, Sabtu (24/7).
Stasiun TV Channel 12 Israel menyebutkan Macron menyatakan kegusarannya tentang laporan bahwa telepon selulernya dan milik pejabat pemerintah Prancis lainnya disadap. Bennet berjanji penyelidikan tingkat paling tinggi akan diluncurkan, namun mencatat bahwa insiden itu terjadi sebelum dirinya dilantik sebagai perdana menteri.
Sedikitnya 10 negara --seperti Bahrain, Kazakhstan, Meksiko, Maroko, Azerbaijan, Hongaria, India, dan Uni Emirat Arab (UAE)-- diduga merupakan pelanggan NSO Grup dan spyware digunakan untuk mengawasi para pegiat, wartawan, pengacara, dan politisi.
Perangkat pemata-mataan itu dilaporkan mampu mengubah telepon seluler menjadi alat pengintai yang dapat mengakses pesan, kamera, rekaman audio, dan aplikasi.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ICW mendesak Polri transparan buka data pengadaan alat sadap Pegasus
09 October 2023 20:22 WIB, 2023
Pakar: Presiden Jokowi sebaiknya tak pakai WA untuk menghindari Pegasus
24 July 2021 21:17 WIB, 2021