BPPI-DLHK Polewali Mandar verifikasi calon lokasi Program Kampung Iklim
Senin, 9 Agustus 2021 22:18 WIB
Sekretariat Program Kampung Iklim Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. (ANTARA/HO-Diskominfo Polewali Mandar)
Mamuju (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat bersama Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi melakukan verifikasi lapangan sebagai calon lokasi Program Kampung Iklim (Proklim) utama.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar Hikmah di Mamuju, Senin, mengatakan pada 2020 daerah itu memperoleh penghargaan Proklim Pratama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Untuk tahun 2021, masuk dalam nominasi (nomine, red.) Proklim utama. Proklim utama adalah lokasi proklim yang ditetapkan dalam hal persentase nilai akhir di atas 81 persen," katanya.
Pada tahun ini, lanjutnya, terdapat enam lokasi yang masuk dalam proklim kategori utama, yaitu Desa Tandassura, Desa Bonra, Desa Sumberjo, Kelurahan Wattang, Kelurahan Darma, dan Desa Kaleo.
"Kita sudah mendampingi verifikasi lapangan untuk usulan calon proklim. Untuk Kabupaten Polewali Mandar pada 2021 ini, ada enam lokasi yang masuk sebagai calon proklim utama," kata dia.
Perwakilan Tim Verifikator Balai PPI dan Karhutla Wilayah Sulawesi, Kartika Puspita Sari, menjelaskan syarat pendaftaran dalam proklim yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tentang kemampuan masyarakat melakukan aksi adaptasi dan mitigasi proklim serta adanya kelembagaan yang dapat menjamin kegiatan di lokasi proklim dapat terus berjalan.
Proklim, lanjutnya, merupakan program skala nasional dari Kementerian LHK yang dimulai sejak 2011/2012, untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam meningkatkan kapasitas mereka terkait dengan kegiatan pengendalian perubahan iklim.
"Seperti, kegiatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, salah satunya mungkin bisa dicontoh seperti panel surya, pengomposan, pengelolaan sampah, penanaman dana sebagainya," katanya.
Lurah Wattang Jazari Manggazali mengatakan agar dapat berjalan dengan baik, perlu partisipasi masyarakat untuk bersama pemerintah mewujudkan kampung iklim yang berkelanjutan.
"Proklim ini bisa berjalan atas partisipasi masyarakat dan pemerintah setempat dengan melakukan kegiatan seperti pembuatan kompos, kolam ikan, bank sampah dan lain-lain. Pemerintah terus mendukung apa yang dilakukan oleh masyarakat agar proklim dapat terus maju," kata dia.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar Hikmah di Mamuju, Senin, mengatakan pada 2020 daerah itu memperoleh penghargaan Proklim Pratama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Untuk tahun 2021, masuk dalam nominasi (nomine, red.) Proklim utama. Proklim utama adalah lokasi proklim yang ditetapkan dalam hal persentase nilai akhir di atas 81 persen," katanya.
Pada tahun ini, lanjutnya, terdapat enam lokasi yang masuk dalam proklim kategori utama, yaitu Desa Tandassura, Desa Bonra, Desa Sumberjo, Kelurahan Wattang, Kelurahan Darma, dan Desa Kaleo.
"Kita sudah mendampingi verifikasi lapangan untuk usulan calon proklim. Untuk Kabupaten Polewali Mandar pada 2021 ini, ada enam lokasi yang masuk sebagai calon proklim utama," kata dia.
Perwakilan Tim Verifikator Balai PPI dan Karhutla Wilayah Sulawesi, Kartika Puspita Sari, menjelaskan syarat pendaftaran dalam proklim yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tentang kemampuan masyarakat melakukan aksi adaptasi dan mitigasi proklim serta adanya kelembagaan yang dapat menjamin kegiatan di lokasi proklim dapat terus berjalan.
Proklim, lanjutnya, merupakan program skala nasional dari Kementerian LHK yang dimulai sejak 2011/2012, untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam meningkatkan kapasitas mereka terkait dengan kegiatan pengendalian perubahan iklim.
"Seperti, kegiatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, salah satunya mungkin bisa dicontoh seperti panel surya, pengomposan, pengelolaan sampah, penanaman dana sebagainya," katanya.
Lurah Wattang Jazari Manggazali mengatakan agar dapat berjalan dengan baik, perlu partisipasi masyarakat untuk bersama pemerintah mewujudkan kampung iklim yang berkelanjutan.
"Proklim ini bisa berjalan atas partisipasi masyarakat dan pemerintah setempat dengan melakukan kegiatan seperti pembuatan kompos, kolam ikan, bank sampah dan lain-lain. Pemerintah terus mendukung apa yang dilakukan oleh masyarakat agar proklim dapat terus maju," kata dia.
Pewarta : Amirullah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kanwil Kemenkum Sulbar dukung pembentukan "Kampung Redam" untuk cegah konflik
22 January 2026 18:10 WIB
Pemprov Sulbar salurkan 1.000 ekor ayam KUB kepada kelompok wanita tani Mamuju
22 October 2025 15:56 WIB
Presiden Prabowo meminta biaya haji turun, waktu tunggu dipangkas jadi 26 tahun
21 October 2025 4:48 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB