Taliban kepung penentangnya dan serukan perdamaian pada pemberontak
Rabu, 1 September 2021 20:33 WIB
Pasukan Taliban berjaga tepat sehari setelah penarikan pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan (31/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/aww.
Jakarta (ANTARA) - Taliban telah mengepung satu-satunya provinsi tersisa yang menentang kekuasaannya, kata seorang pemimpin senior pada Rabu, seraya menyerukan pemberontak untuk merundingkan penyelesaian dengan kelompok itu.
Sejak jatuhnya Kabul pada 15 Agustus, pegunungan Panjshir menjadi satu-satunya provinsi yang bertahan melawan kelompok Islamis itu, meskipun ada juga pertempuran di provinsi tetangga Baghlan antara Taliban dan pasukan milisi lokal.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud, putra seorang mantan komandan Mujahidin, beberapa ribu anggota milisi lokal dan sisa-sisa unit tentara dan pasukan khusus telah bertahan melawan Taliban.
Dalam rekaman pidato yang ditujukan kepada warga Afghanistan di Panjshir, pemimpin senior Taliban Amir Khan Motaqi meminta para pemberontak untuk meletakkan senjata mereka.
"Imarah Islam Afghanistan adalah rumah bagi semua warga Afghanistan," katanya.
Taliban telah mengumumkan amnesti untuk semua warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan asing selama dua dekade terakhir, tetapi orang banyak yang takut akan pembalasan terus berbondong-bondong ke perbatasan dalam upaya untuk melarikan diri dari negara yang terkurung daratan itu.
Motaqi mengatakan Taliban telah melakukan banyak upaya untuk bernegosiasi dengan para pemimpin pasukan oposisi di Panjshir, "tapi sayangnya, sayangnya, tanpa hasil apa pun".
Tak ada alasan bertempur
Pasukan Taliban sedang membuat persiapan di sekitar empat sisi lembah Panjshir dan tidak ada alasan untuk bertempur, kata Motaqi, seraya menambahkan bahwa pasukan anti Taliban harus mengingat bahwa tidak mungkin mengalahkan Taliban bahkan dengan dukungan dari pasukan NATO dan AS.
"Tapi kami masih berusaha memastikan tidak ada perang dan masalah di Panjshir diselesaikan dengan tenang dan damai," kata Motaqi.
Pernyataan itu muncul setelah setidaknya tujuh pejuang Taliban tewas dalam upaya untuk maju ke lembah, menurut dua pemimpin perlawanan.
Seorang juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan, yang mengelompokkan pasukan di lembah Panjshir, mengatakan pada Rabu bahwa pasukan Taliban telah melancarkan serangan dua hari lalu, dan telah menyerang di tiga atau empat daerah yang berbeda tetapi sejauh ini telah dipukul mundur.
Juru bicara itu mengatakan dia tidak memiliki rincian baru tentang korban. Taliban telah mengumumkan amnesti untuk semua warga Afghanistan.
Sumber: Reuters
Sejak jatuhnya Kabul pada 15 Agustus, pegunungan Panjshir menjadi satu-satunya provinsi yang bertahan melawan kelompok Islamis itu, meskipun ada juga pertempuran di provinsi tetangga Baghlan antara Taliban dan pasukan milisi lokal.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud, putra seorang mantan komandan Mujahidin, beberapa ribu anggota milisi lokal dan sisa-sisa unit tentara dan pasukan khusus telah bertahan melawan Taliban.
Dalam rekaman pidato yang ditujukan kepada warga Afghanistan di Panjshir, pemimpin senior Taliban Amir Khan Motaqi meminta para pemberontak untuk meletakkan senjata mereka.
"Imarah Islam Afghanistan adalah rumah bagi semua warga Afghanistan," katanya.
Taliban telah mengumumkan amnesti untuk semua warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan asing selama dua dekade terakhir, tetapi orang banyak yang takut akan pembalasan terus berbondong-bondong ke perbatasan dalam upaya untuk melarikan diri dari negara yang terkurung daratan itu.
Motaqi mengatakan Taliban telah melakukan banyak upaya untuk bernegosiasi dengan para pemimpin pasukan oposisi di Panjshir, "tapi sayangnya, sayangnya, tanpa hasil apa pun".
Tak ada alasan bertempur
Pasukan Taliban sedang membuat persiapan di sekitar empat sisi lembah Panjshir dan tidak ada alasan untuk bertempur, kata Motaqi, seraya menambahkan bahwa pasukan anti Taliban harus mengingat bahwa tidak mungkin mengalahkan Taliban bahkan dengan dukungan dari pasukan NATO dan AS.
"Tapi kami masih berusaha memastikan tidak ada perang dan masalah di Panjshir diselesaikan dengan tenang dan damai," kata Motaqi.
Pernyataan itu muncul setelah setidaknya tujuh pejuang Taliban tewas dalam upaya untuk maju ke lembah, menurut dua pemimpin perlawanan.
Seorang juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan, yang mengelompokkan pasukan di lembah Panjshir, mengatakan pada Rabu bahwa pasukan Taliban telah melancarkan serangan dua hari lalu, dan telah menyerang di tiga atau empat daerah yang berbeda tetapi sejauh ini telah dipukul mundur.
Juru bicara itu mengatakan dia tidak memiliki rincian baru tentang korban. Taliban telah mengumumkan amnesti untuk semua warga Afghanistan.
Sumber: Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban tewas akibat gempa magnitudo 6,3 di Afghanistan jadi 20 orang, ratusan luka
03 November 2025 17:53 WIB
Korban tewas bom bunuh diri Afghanistan bertambah menjadi delapan orang
13 February 2025 9:57 WIB, 2025
Donald Trump akan perkarakan pejabat atas penarikan pasukan dari Afghanistan
18 November 2024 11:02 WIB, 2024
Menlu RI Retno Marsudi suarakan hak perempuan Afghanistan di Sidang Umum PBB
24 September 2024 14:49 WIB, 2024
BMKG : Gempa bermagnitudo 6,2 di Afghanistan dipicu deformasi batuan sesar Herat
08 October 2023 18:40 WIB, 2023
Seribu orang tewas dan terluka dalam serangkaian gempa di Afghanistan
08 October 2023 11:29 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB