"KPU harus bijaksana, harus mempertimbangkan segala aspek, khususnya aspek keagamaan. Jangan lupa satu minggu terakhir di bulan Desember, ummat Kristen sibuk ibadah," katanya di Makassar, Rabu.
Menurut Roem, jadwal Pilgub harus pada waktu yang tepat, sehingga membuat partisipasi masyarakat Sulsel ikut saat hari pencentangan tinggi.
"Bisa saja akhir Januari, KPU harus pertimbangkan secara baik. Akhir Januari longgar. Kita harap banyak yang ikut memilih sehingga harus dipertimbangkan semua," ujarnya.
Selain itu, mantan anggota DPR RI mengingatkan agar KPU mengatur jadwal rangkaian Pilgub sebaik-baiknya agar waktu kampanye, tidak bersamaan dengan kegiatan masyarakat yang sudah terencana seperti, hari raya Natal dan tahun baru.
Pendapat sama dikemukakan Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel Muh Tafiq Zainuddin yang meminta KPU membuat jadwal Pilkada yang syarat toleransi dengan tidak mengganggu perayaan hari besar keagamaan.
Meski begitu, ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak larut membicarakan Pilgub karena pelaksanaannya masih lama.
"Undang-undangnya saja belum ditetapkan, waktunya belum jelas, jadi tidak usah dipertentangkan. Banyak hal-hal lain yang harus dituntaskan dulu," ucap Taufiq yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Sulsel ini.
Sebelumnya, politisi Partai Damai Sejahtera (PDS) Alex Palinggi meminta KPU meninjau kembali jadwal Pilgub 10 Januari 2013 karena mengganggu ibadah ummat Kristiani.
Ia khwatir, jika waktu kampanye bersamaan dengan ziarah Natal, akan sangat rawan terjadinya politik uang. (T.pso-099/B013)