Film "Ambo Nai" angkat budaya Sulsel
Selasa, 22 Februari 2022 21:33 WIB
Suasana foto bersama para kru dan artis film "Ambo Nai Sopir Angkot Andalan disela gala premier di Makassar. Antara/ Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Film "Ambo Nai Sopir Angkot Andalan" mengangkat budaya Sulawesi Selatan yang tergambar dalam kehidupan sehari-hari.
"Film ini dikemas dalam nuansa budaya Bugis dengan kearifan lokal, menceritakan kehidupan sehari-hari yang dialami di lapangan," kata Eksekutif Produser film "Ambo Nai Sopir Angkot Andalan" Nicky Rama Vatvani di Makassar, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, alur cerita dan tokoh cerita yang melakokankan film jenaka tersebut layak ditonton segala usia.
Berkaitan dengan hal tersebut, kata Nicky, pihaknya optimistis film bergenre komedi ini yang mengangkat budaya Sulsel, akan sukses mengikuti film yang bernuansa budaya yang diproduksi sebelumnya seperti "Uang Panai" dan "Silariang".
"Khusus film dengan tokoh Ambo Nai ini, menggunakan Bahasa Daerah Bugis. Semoga bisa mengikuti jejak film 'Yo Wes Band' yang menggunakan Bahasa Jawa," katanya.
Film besutan rumah produksi Timur Picture dan 786 Production ini akan tayang secara serentak pada 24 Februari di 50 layar bioskop di Indonesia.
Sementara untuk target penonton, imbuh Sutradara film Ambo Nai, Andi Burhamzah, diharapkan di atas angka 500 ribu dalam satu pekan.
"Namun jika film yang menceritakan tentang kisah perjuangan mencari pekerjaan di tengah masa sulit ini, pentontonnya terus bertambah, maka tidak menutup kemungkinan untuk menambah layar," ujarnya.
Produser Eksekutif film "Ambo Nai Sopir Angkot Andalan" Nicky Rama Vatvani di sela-sela gala premier di Makassar. Antara/ Suriani Mappong
"Film ini dikemas dalam nuansa budaya Bugis dengan kearifan lokal, menceritakan kehidupan sehari-hari yang dialami di lapangan," kata Eksekutif Produser film "Ambo Nai Sopir Angkot Andalan" Nicky Rama Vatvani di Makassar, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, alur cerita dan tokoh cerita yang melakokankan film jenaka tersebut layak ditonton segala usia.
Berkaitan dengan hal tersebut, kata Nicky, pihaknya optimistis film bergenre komedi ini yang mengangkat budaya Sulsel, akan sukses mengikuti film yang bernuansa budaya yang diproduksi sebelumnya seperti "Uang Panai" dan "Silariang".
"Khusus film dengan tokoh Ambo Nai ini, menggunakan Bahasa Daerah Bugis. Semoga bisa mengikuti jejak film 'Yo Wes Band' yang menggunakan Bahasa Jawa," katanya.
Film besutan rumah produksi Timur Picture dan 786 Production ini akan tayang secara serentak pada 24 Februari di 50 layar bioskop di Indonesia.
Sementara untuk target penonton, imbuh Sutradara film Ambo Nai, Andi Burhamzah, diharapkan di atas angka 500 ribu dalam satu pekan.
"Namun jika film yang menceritakan tentang kisah perjuangan mencari pekerjaan di tengah masa sulit ini, pentontonnya terus bertambah, maka tidak menutup kemungkinan untuk menambah layar," ujarnya.
Produser Eksekutif film "Ambo Nai Sopir Angkot Andalan" Nicky Rama Vatvani di sela-sela gala premier di Makassar. Antara/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sulawesi Barat menggelar pelayanan kesehatan bagi warga Pulau Ambo
23 June 2023 18:50 WIB, 2023
Pemkab Pasangkayu beri kesempatan para pelaku UMKM kembangkan usaha
09 February 2023 19:07 WIB, 2023
Pemkab Pasangkayu beri bantuan alat berjualan kepada pedagang ikan keliling
22 December 2022 5:48 WIB, 2022
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Angkat tema alam, mahasiswa dari sanggar OAP wakili KTI di ajang menari nasional
30 January 2026 5:34 WIB
Wali Kota Makassar suarakan penerapan kawasan tanpa rokok di forum APCAT Summit
27 January 2026 17:05 WIB
Kemenkum Sulbar beri perlindungan hukum dengan bantu daftarkan hak cipta 12 buku
27 January 2026 16:27 WIB