
Wali Kota Makassar suarakan penerapan kawasan tanpa rokok di forum APCAT Summit

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyuarakan pentingnya penciptaan lingkungan bersih, salah satunya melalui regulasi dan ketentuan penerapan kawasan tanpa rokok (KTR), dalam forum internasional, Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (APCAT) Summit.
"Makassar telah mengambil langkah tegas dengan meniadakan iklan rokok di ruang-ruang publik serta memastikan lingkungan balai kota bebas dari polusi asap rokok," ujarnya melalui keterangan diterima di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Ia mengikuti APACT Summit di Jakarta. Forum yang juga diikuti perwakilan 10 negara di Asia Pasifik itu, menjadi ruang strategis bagi kota-kota dunia untuk berbagi pengalaman, kebijakan, dan praktik terbaik dalam mendorong kota sehat serta pengendalian tembakau.
Baca juga: Perbedaan uap tembakau alternatif dan asap rokok konvensional
Dalam sesi panel internasional, ia menjelaskan secara komprehensif regulasi dan ketentuan penerapan KTR di Kota Makassar.
"Kebijakan tersebut bukan sekadar dokumen regulasi, melainkan telah diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan," katanya.
Bahkan, katanya, sejak 2013 Pemkot Makassar telah menghadirkan perda terkait KTR. Namun, perlu direvisi dengan penguatan dan sanksi.
Baca juga: Praktisi : Asap rokok picu Pneumonia pada balita
Pemkot telah menggodok peraturan daerah (perda) dan peraturan wali kota (perwali) terkait dengan pengendalian tembakau serta KTR.
"Ini adalah bagian dari komitmen kami membangun kota yang sehat, ramah, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat, dengan adanya Perda KTR," katanya.
Munafri satu panggung dengan para pemimpin daerah dari berbagai negara, di antaranya, Han Kosal (Wakil Gubernur Kampong Thom, Kamboja), Vo Thi Viet Phuong (Provinsi Tay Ninh, Vietnam), Antonio de Deus Fatima (Kota Ermera, Timor Leste), serta sejumlah kepala daerah Indonesia, seperti Afdhal Khalilullah (Wakil Wali Kota Banda Aceh), Damar Prasetyono (Wali Kota Magelang), Rico Tri Putra Bayu Waas (Wali Kota Medan), dan Nurochman (Wali Kota Batu).
Dalam forum tersebut, para panelis membahas tantangan dan strategi pengendalian tembakau di tingkat kota, mulai dari penguatan regulasi, pengawasan lapangan, hingga perubahan perilaku masyarakat.
Makassar dipandang sebagai salah satu kota yang konsisten mendorong kebijakan kesehatan publik melalui pendekatan regulatif dan edukatif.
Baca juga: Philip Morris International ingin bebaskan dunia dari asap
Partisipasi aktif Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di APCAT Summit ini, menegaskan bahwa Makassar tidak hanya berbenah di tingkat lokal, tetapi juga siap berkontribusi dalam agenda kesehatan perkotaan di tingkat regional dan internasional.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Makassar sebagai kota yang progresif, berani mengambil kebijakan strategis, dan berkomitmen pada masa depan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
