Gubernur Sulsel Minta Semua Pihak Bersikap Bijaksana
Selasa, 27 Maret 2012 19:25 WIB
Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meminta semua pihak bersikap bijaksana menanggapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kalaupun demonstrasi harus jalan, biarlah jalan tapi tetap imbauan saya jangan anarkis. Kedua kita berharap semua pihak bisa melihat kenaikan BBM ini secara bijaksana," katanya di Makassar, Selasa.
Bersikap bijaksana, lanjutnya, menjadi penting karena jika terjadi sesuatu yang merugikan, semua pihak juga akan merasakan dampaknya.
"Saya tidak dalam posisi seperti apa karena ini kebijakan nasional. Tetapi yang paling penting kita semua bijaksana. Katakanlah kalau terjadi sesuatu yang rugi adalah kita semua," katanya.
Investasi dan hal-hal lainnya, kata dia, harus diperhitungkan jika sampai terjadi suasana yang tidak kondusif.
"Katakanlah kalau terjadi kerusuhan, akhirnya investasi dan lain-lain harus juga kita perhitungkan, jangan sampai itu juga akan menjadi masalah bagi kita semua, jadi kurang lebih seperti itu," jelasnya.
Ia juga berharap, aparat keamanan tetap persuasif mengalirkan demo pada tataran dan aturannya.
"Ini protap (prosedur tetap) mereka, protap pengamanan pada seluruh instalasi penting, saya tidak tahu mana saja, tetapi tentu hasil sebuah kebijakan-kebijakan," katanya menjelaskan posisi anggota kepolisian dan TNI yang berjaga di sejumlah objek termasuk kantor gubernur.
Menurutnya, suasana Sulsel masih aman dan terkendali. Ia juga melihat masyarakat memaklumi aksi-aksi unjuk rasa yang berlangsung karena hal ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Sulsel.
"Bahkan kemarin kelihatannya masyarakat juga mampu memposisikan diri dengan adanya akselerasi-akselerasi aksi demonstrasi," ujarnya. (T.KR-RY/Z002)
"Kalaupun demonstrasi harus jalan, biarlah jalan tapi tetap imbauan saya jangan anarkis. Kedua kita berharap semua pihak bisa melihat kenaikan BBM ini secara bijaksana," katanya di Makassar, Selasa.
Bersikap bijaksana, lanjutnya, menjadi penting karena jika terjadi sesuatu yang merugikan, semua pihak juga akan merasakan dampaknya.
"Saya tidak dalam posisi seperti apa karena ini kebijakan nasional. Tetapi yang paling penting kita semua bijaksana. Katakanlah kalau terjadi sesuatu yang rugi adalah kita semua," katanya.
Investasi dan hal-hal lainnya, kata dia, harus diperhitungkan jika sampai terjadi suasana yang tidak kondusif.
"Katakanlah kalau terjadi kerusuhan, akhirnya investasi dan lain-lain harus juga kita perhitungkan, jangan sampai itu juga akan menjadi masalah bagi kita semua, jadi kurang lebih seperti itu," jelasnya.
Ia juga berharap, aparat keamanan tetap persuasif mengalirkan demo pada tataran dan aturannya.
"Ini protap (prosedur tetap) mereka, protap pengamanan pada seluruh instalasi penting, saya tidak tahu mana saja, tetapi tentu hasil sebuah kebijakan-kebijakan," katanya menjelaskan posisi anggota kepolisian dan TNI yang berjaga di sejumlah objek termasuk kantor gubernur.
Menurutnya, suasana Sulsel masih aman dan terkendali. Ia juga melihat masyarakat memaklumi aksi-aksi unjuk rasa yang berlangsung karena hal ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Sulsel.
"Bahkan kemarin kelihatannya masyarakat juga mampu memposisikan diri dengan adanya akselerasi-akselerasi aksi demonstrasi," ujarnya. (T.KR-RY/Z002)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK panggil Staf Sekjen Kementan periode 2021-2023 terkait kasus dugaan TPPU SYL
07 May 2025 14:04 WIB
KPK panggil pegawai Visi Law Office sebagai saksi terkait kasus dugaan TPPU Syahrul Yasin Limpo
16 April 2025 14:59 WIB
Pengacara Febri Diansyah membantah dugaan honor dari SYL merupakan hasil korupsi
22 March 2025 5:55 WIB
MK menerima pencabutan gugatan Andika-Hendi terkait Pilkada Jateng 2024
20 January 2025 11:28 WIB, 2025
Hakim PN Jaksel menolak gugatan praperadilan terkait kasus Firli Bahuri
18 December 2024 13:21 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Optimalkan kualitas layanan, Kemenkum Sulbar siap implementasikan Aplikasi SKM
04 February 2026 17:12 WIB