Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekitar 400 siswa dari Provinsi se Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengikuti seleksi di Makassar, Minggu, untuk masuk ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Internasional di Serpong, Bekasi, Jawa Barat dan Gorontalo.

Untuk masuk di dua Madrasah Insan cendikia, peserta yang mengikuti seleksi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model, Makassar tidak hanya bersaing dengan siswa se KTI, tetapi juga harus bersaing dengan siswa yang ada di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Nusa Tengara. Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kakanwil Depag) Sulsel, Bahri Mappiasse, pihaknya menerapkan seleksi yang sangat ketat untuk masuk madrasah ini, untuk menghasilkan siswa berkualitas. Tingginya animo siswa mengikuti seleksi tersebut dari semua daerah, karena kualitas dan sistem pembelajaran serta dukungan fasilitas yang berstandar Internasinal. di Serpong misalnya, tiap tahun hanya menerima 120 siswa.

Sekitar 80 persen dari peserta ikut seleksi masuk di MAN Internasional memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan MTs, tujuannya adalah untuk mengangkat potensi siswa dari dua institusi tersebut. Meski begitu, mereka yang diterima juga harus memenuhi persyaratan, termasuk menguasai Bahasa Inggris dan Arab.

Keberadaan MAN Serpong telah memberikan kebanggaan bagi bangsa ini, tiga siswanya pernah mewakili Indonesia dalam Olimpiade Internasional. Mereka adalah Gufron Gozali tahun 2000 bidang Kimia, Fajar Ardian tahun 2002 bidang Fisika yang memperoleh medali emas, dan Roswitha Muntiyarso yang meraih medali perunggu Olimpiade Biologi 2007 di Saskatoon, Kanada.

Sebanyak 36 persen dari 113 lulusan MAN Internasional Serpong dan Gorontalo diterima di Perguruan Tinggi terkemuka di Amerika, Australia, Jepang, Al-Azhar di Mesir, dan beberapa perguruan tinggi terkemuka dalam Negeri.

(T.PK-AAT/F003)