Presiden Jokowi tinjau Kampus Bambu Turetogo di Ngada NTT
Kamis, 2 Juni 2022 5:41 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan sejumlah mama pelopor bambu saat meninjau Kampus Bambu Turetogo di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/6/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Jokowi meninjau Kampus Bambu Turotego di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu.
Kedatangan Presiden Jokowi dan Iriana di Kampus Bambu Turotegi disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Direktur Eksekutif Yayasan Bambu Lestari Monica Tanuhandaru.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, di Kampus tersebut, Presiden menyimak rumah bambu lestasi, beragam produk bambu, termasuk sepeda bambu yang disebut Spedagi, serta berbincang-bincang dengan sejumlah Mama Pelopor Bambu.
"Berapa bibit bisa dihasilkan dalam sebulan?" tanya Presiden.
"Bisa sampai 8.000 bibit, Pak Presiden," jawab seorang mama pelopor bambu.
Mama-mama pelopor bambu adalah kalangan perempuan dari sejumlah desa di Ngada dan Flores, yang belajar mengenai pembibitan bambu dari tunas selama tujuh hari di Kampus Bambu Turetogo.
Salah seorang mama pelopor bambu menjelaskan mereka mendapatkan insentif sebesar Rp2.500 per anak bambu yang dihasilkan.
"Hasilnya lumayan; dan digunakan untuk anak sekolah, kesehatan, dan pengeluaran untuk keluarga," katanya.
Usai meninjau Kampus Bambu Turetogo, Presiden Jokowi beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju helipad untuk kembali ke Kabupaten Ende dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT Julie Laiskodat, dan Bupati Ngada Andreas Paru.
Kedatangan Presiden Jokowi dan Iriana di Kampus Bambu Turotegi disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Direktur Eksekutif Yayasan Bambu Lestari Monica Tanuhandaru.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, di Kampus tersebut, Presiden menyimak rumah bambu lestasi, beragam produk bambu, termasuk sepeda bambu yang disebut Spedagi, serta berbincang-bincang dengan sejumlah Mama Pelopor Bambu.
"Berapa bibit bisa dihasilkan dalam sebulan?" tanya Presiden.
"Bisa sampai 8.000 bibit, Pak Presiden," jawab seorang mama pelopor bambu.
Mama-mama pelopor bambu adalah kalangan perempuan dari sejumlah desa di Ngada dan Flores, yang belajar mengenai pembibitan bambu dari tunas selama tujuh hari di Kampus Bambu Turetogo.
Salah seorang mama pelopor bambu menjelaskan mereka mendapatkan insentif sebesar Rp2.500 per anak bambu yang dihasilkan.
"Hasilnya lumayan; dan digunakan untuk anak sekolah, kesehatan, dan pengeluaran untuk keluarga," katanya.
Usai meninjau Kampus Bambu Turetogo, Presiden Jokowi beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju helipad untuk kembali ke Kabupaten Ende dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT Julie Laiskodat, dan Bupati Ngada Andreas Paru.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Megawati, SBY, hingga Jokowi diundang hadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo
14 August 2025 15:43 WIB
Mantan Ketua KPK Abraham Samad pastikan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya
13 August 2025 12:52 WIB
Jokowi curhat soal tuduhan ijazah palsu saat reuni Angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM
26 July 2025 17:40 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB
Gubernur Sulsel tegaskan siap jalankan program prioritas Presiden Prabowo
03 February 2026 10:26 WIB
Presiden Prabowo bertukar pandangan dengan Abraham Samad soal pemberantasan korupsi
02 February 2026 13:34 WIB