Gubernur Minta Kas BI di Sulbar Ditambah
Kamis, 28 Juni 2012 13:22 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, meminta agar uang kas titipan Bank Indonesia (BI) di Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (BPD Sulselbar) ditambah.
"Tahun ini BI menitipkan di BPD Sulselbar senilai Rp100 miliar, untuk mendukung transaksi keuangan Bank itu melayani nasabah," kata Gubernur Sulbar, di Mamuju, Kamis.
Namun ia mengatakan, jumlah kas titipan BI di Bank Sulselbar tersebut dianggap sangat tidak cukup dibandingkan kebutuhan masyarakat Sulbar yang membutuhkan bantuan jasa perbankan melaksanakan aktivitas ekonominya.
Oleh karena itu, ia meminta agar BI dapat menambah dua kali lipat kas titipannya di Bank Sulselbar tersebut pada tahun ini, maksimal mencapai Rp200 miliar, mengingat kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan di Sulbar cukup tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada 2011 cukup tinggi sekitar 11,9 persen, sehingga Sulbar menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia ke dua setelah Provinsi Papua,"ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat Sulbar aktivitas ekonominya dinilai maju dan jasa perbankan tentunya sangat dibutuhkan masyarakat dalam memperlancar pembangunan ekonomi guna meningkatkan ekonomi Sulbar yang terus mengalami kemajuan.
Menurut dia, perbankan memiliki peran yang sangat vital melayani masyarakat di Sulbar sebagai pelaku ekonomi sehingga perbankan juga harus maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau perbankan maksimal melayani masyarakat sesuai kebutuhan insya Allah daerah Sulbar akan maju dan setara dengan Provinsi lain di Indonesia," katanya. (T.KR-MFH/S004)
"Tahun ini BI menitipkan di BPD Sulselbar senilai Rp100 miliar, untuk mendukung transaksi keuangan Bank itu melayani nasabah," kata Gubernur Sulbar, di Mamuju, Kamis.
Namun ia mengatakan, jumlah kas titipan BI di Bank Sulselbar tersebut dianggap sangat tidak cukup dibandingkan kebutuhan masyarakat Sulbar yang membutuhkan bantuan jasa perbankan melaksanakan aktivitas ekonominya.
Oleh karena itu, ia meminta agar BI dapat menambah dua kali lipat kas titipannya di Bank Sulselbar tersebut pada tahun ini, maksimal mencapai Rp200 miliar, mengingat kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan di Sulbar cukup tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada 2011 cukup tinggi sekitar 11,9 persen, sehingga Sulbar menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia ke dua setelah Provinsi Papua,"ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat Sulbar aktivitas ekonominya dinilai maju dan jasa perbankan tentunya sangat dibutuhkan masyarakat dalam memperlancar pembangunan ekonomi guna meningkatkan ekonomi Sulbar yang terus mengalami kemajuan.
Menurut dia, perbankan memiliki peran yang sangat vital melayani masyarakat di Sulbar sebagai pelaku ekonomi sehingga perbankan juga harus maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau perbankan maksimal melayani masyarakat sesuai kebutuhan insya Allah daerah Sulbar akan maju dan setara dengan Provinsi lain di Indonesia," katanya. (T.KR-MFH/S004)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB
Seorang notaris akan diperiksa polisi, Kemenkum Sulbar minta notaris jaga integritas profesi
12 February 2026 18:40 WIB