Mamuju (ANTARA News) - Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat kekurangan penyuluh keluarga berencana (KB) karena tidak sebanding dengan jumlah penduduknya.

"Kabupaten Matra yang berpenduduk sekitar 100 ribu jiwa masih kekurangan penyuluh KB dalam rangka mendukung program menekan laju pertumbuhan penduduk," kata Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulbar, Abdullah Kemma di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, jumlah penyuluh KB di Matra yang jumlahnya sangat minim, membuat penyuluh KB harus melaksanakan tugasnya melakukan sosialisasi program KB pada 10 desa.

"Tentunya ini tidak sebanding karena petugas penyuluh KB harus mensosialisasikan program KB pada 10 desa dengan jumlah ribuan penduduk, sehingga ini juga membuat penyuluhan KB tidak berjalan maksimal," katanya.
Menurut dia, idealnya setiap satu desa harus memiliki satu penyuluh KB agar penyuluhan KB dapat maksimal berperan untuk mensukseskan program pencegahan peningkatan jumlah penduduk.

Sehingga penambahan penyuluh KB di Matra mutlak harus dilaksanakan agar laju penduduk di Sulbar dapat terus ditekan setiap tahun.

Ia mengatakan, selain Kabupaten Matra secara umum Provinsi Sulbar membutuhkan tambahan penyuluh KB dari pusat, karena itu telah kendala dalam memaksimalkan program KB di daerah iin.

"Sekitar 660 desa di Sulbar seluruhnya harus memiliki penyuluh KB karena selama ini rata-rata penyuluh KB melayani tiga sampai empat desa, di Sulbar yang jumlahnya mencapai 1,2 juta jiwa," katanya.

Menurut dia, dengan adanya penambahan penyuluh maka program KB akan berjalan maksimal dan KB dapat menekan angka kemiskinan dan dapat menurunkan beban hidup keluarga prasejahtera.(T.KR-MFH/E001)