Kementerian PUPR: Alokasi program BSPS 2023 capai Rp3,18 triliun
Rabu, 25 Januari 2023 13:01 WIB
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto (kiri) dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (25/1/2023). ANTARA/Aji Cakti
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan pemerintah mengalokasikan Rp3,18 triliun bagi program padat karya melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dan penanganan kemiskinan ekstrem pada 2023.
"Kami menyampaikan bahwa dukungan untuk program padat karya tahun ini dialokasikan sebesar Rp3,18 triliun melalui BSPS dan penanganan kemiskinan ekstrem," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Menurut Iwan, pada awalnya di dalam anggaran terdapat dua kelompok yakni BSPS dan penanganan kemiskinan ekstrem. Namun, berdasarkan kesepakatan, maka dua anggaran ini kemudian digabungkan sehingga BSPS diharapkan juga mendukung penanganan kemiskinan ekstrem.
"Diharapkan dari 145.000 unit dalam program BSPS dan penanganan kemiskinan ekstrem tersebut akan mampu menyerap 290 ribu tenaga kerja," katanya.
Pemrograman distribusi alokasi BSPS dilakukan dengan mengacu pada Analisa Komposit Indeks yang dihitung berdasarkan pembobotan terhadap tingkat kemiskinan, data rumah tidak layak huni, data backlog, dan kepedulian pemerintah daerah.
Iwan juga menyampaikan, perlunya perhatian khusus terhadap lima provinsi yang usulannya berada di atas analisa komposit indeks, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp15,07 triliun untuk program padat karya dalam rangka membuka lapangan kerja pada tahun 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada 2023 untuk membantu membuka lapangan pekerjaan dan menjaga daya beli masyarakat, Kementerian PUPR mengintensifkan pelaksanaan program padat karya.
Basuki menargetkan keseluruhan penerima manfaat program padat karya tahun ini sebanyak 785 ribu orang.
Program padat karya dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.
Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, padat karya juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa atau pelosok.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ditjen Perumahan PUPR: Alokasi program BSPS 2023 capai Rp3,18 triliun
"Kami menyampaikan bahwa dukungan untuk program padat karya tahun ini dialokasikan sebesar Rp3,18 triliun melalui BSPS dan penanganan kemiskinan ekstrem," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Menurut Iwan, pada awalnya di dalam anggaran terdapat dua kelompok yakni BSPS dan penanganan kemiskinan ekstrem. Namun, berdasarkan kesepakatan, maka dua anggaran ini kemudian digabungkan sehingga BSPS diharapkan juga mendukung penanganan kemiskinan ekstrem.
"Diharapkan dari 145.000 unit dalam program BSPS dan penanganan kemiskinan ekstrem tersebut akan mampu menyerap 290 ribu tenaga kerja," katanya.
Pemrograman distribusi alokasi BSPS dilakukan dengan mengacu pada Analisa Komposit Indeks yang dihitung berdasarkan pembobotan terhadap tingkat kemiskinan, data rumah tidak layak huni, data backlog, dan kepedulian pemerintah daerah.
Iwan juga menyampaikan, perlunya perhatian khusus terhadap lima provinsi yang usulannya berada di atas analisa komposit indeks, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp15,07 triliun untuk program padat karya dalam rangka membuka lapangan kerja pada tahun 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada 2023 untuk membantu membuka lapangan pekerjaan dan menjaga daya beli masyarakat, Kementerian PUPR mengintensifkan pelaksanaan program padat karya.
Basuki menargetkan keseluruhan penerima manfaat program padat karya tahun ini sebanyak 785 ribu orang.
Program padat karya dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.
Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, padat karya juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa atau pelosok.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ditjen Perumahan PUPR: Alokasi program BSPS 2023 capai Rp3,18 triliun
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas PUPR bersama DKP Sulbar sinkronisasi penataan ruang pesisir berbasis data
08 January 2026 21:21 WIB
Dinas PUPR Sulbar luncurkan aplikasi "Jalan Ma" untuk pelaporan jalan rusak
09 September 2025 11:14 WIB
Menkeu: Menteri PUPR bagai Sinterklas bagi BMN senilai Rp374 triliun
10 October 2024 15:42 WIB, 2024
KPK membawa satu koper usai geledah ruang kerja Gubernur Kalsel sekitar tiga jam
08 October 2024 15:40 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB