Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) serta instansi terkait di daerah itu melakukan sinkronisasi penataan ruang pesisir berbasis data.
"Kegiatan ini sebagai tindak lanjut atas pembahasan sebelumnya yang masih menyisakan sejumlah catatan teknis, khususnya terkait kesesuaian data spasial dan batas kewenangan antarsektor," kata Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Sulbar Bambang Cahyadi di Mamuju, Kamis.
Pertemuan yang difasilitasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN itu mengklarifikasi data Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) sebagai bagian dari upaya sinkronisasi perencanaan ruang laut dan darat di Sulbar.
"Melalui forum ini, seluruh pihak bersepakat untuk merapikan dan melengkapi data yang belum final agar dokumen perencanaan dapat terintegrasi secara utuh dan akurat," ujar Bambang.
Sinkronisasi perencanaan penataan laut dan darat, menurut dia, krusial untuk menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang, sekaligus memastikan pembangunan wilayah pesisir berjalan selaras dengan rencana tata ruang daratan.
"Penyesuaian ini juga menjadi fondasi penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat pesisir," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan penyelarasan RZWP3K dengan perencanaan darat merupakan keharusan dalam konteks penataan ruang modern.
"Integrasi laut dan darat tidak hanya soal peta, tetapi menyangkut arah pembangunan jangka panjang Sulbar agar lebih tertib, berkelanjutan dan minim konflik pemanfaatan ruang," ujar dia.
Hasil sinkronisasi itu, kata Bambang, akan menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan ke depan, sekaligus memperkuat kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulbar.
"Hasil sinkronisasi ini menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan, sekaligus akan memperkuat kepastian hukum terhadap pengelolaan ruang pesisir di wilayah Sulbar," ujar dia.

