Pemkot Makassar lanjutkan kerja sama RISE dengan Monash University Australia
Selasa, 21 Februari 2023 17:48 WIB
Wali Kota Makassar, Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto saat bertemu dengan Tim Monash University, Australia di Makassar, Selasa (21/2/2023). ANTARA/HO/Pemkot Makassar
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan melanjutkan kerja sama Revitalisasi Permukiman Informal dan Lingkungan atau Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) menuju Makassar bebas kumuh dengan Universitas Monash (Monash University) , Australia
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa, mengatakan program pengentasan kawasan kumuh itu berjalan baik dan karenanya kerja sama kembali dilanjutkan.
"Program RISE ini sudah sangat bersahabat dengan Kota Makassar dan cukup berhasil. Makanya, kita lanjutkan kerja samanya," katanya saat bertemu Director of The Intervention RISE Associate Dean International And Engagement Monash University, Prof Diego Ramirez dan RISE Director Of Assesment, Prof Karin Leder.
Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto -- mengatakan pada 2023 ini rencananya akan ditambah lima titik penanganan.
Dua titik di Kecamatan Biringkanaya yakni di Kelurahan Untia dan Bone Lengga, kelurahan Ka Alla-Alla, Kecamatan Manggala, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate dan di Kecamatan Tallo.
"Kita bahas kelanjutan RISE yang makin hari makin berkembang dan Pemerintah Kota Makassar sudah menyatu. Kabarnya tim-tim yang lain akan segera datang meninjau titik baru," katanya.
Ia mengatakan program RISE ini merupakan bentuk kerja sama kemitraan Indonesia-Australia untuk infrastruktur menuju Makassar Zero Kumuh, yang digarap oleh Monash University, Universitas Hasanuddin (Unhas), Pemerintah Kota Makassar, Kementerian PUPR, Kementerian Bappenas, dan Pemerintah Australia.
Ia menyebut ada beberapa hal yang menjadi intervensi dalam program RISE. Mulai dari perbaikan infrastruktur saluran drainase, sanitasi, dan air bersih.
“Kita kan sudah jalan di Kelurahan Untia dan tahun ini bertambah lagi. Intervensi itu lewat teknologi, jadi yang kurang baik itu kita buat menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu Ketua Pembangunan RISE Kota Makassar, Dr Ihsan menambahkan sasaran dari program RISE ini untuk memperbaiki lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat.
Dengan harapan program ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan peningkatan pola perilaku masyarakat yang lebih baik dan peduli terhadap lingkungan.
Program RISE hanya dijalankan di dua kota di dunia. Yakni Kota Makassar Indonesia dan Fiji di Suva.
“Jadi sudah jalan tiga titik. Dua bulan ke depan baru lanjut sisanya. Kalau Berhasil semua Makassar akan menjadi contoh untuk dunia,” demikian Ihsan.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Makassar lanjutkan kerja sama RISE dengan Universitas Monash
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa, mengatakan program pengentasan kawasan kumuh itu berjalan baik dan karenanya kerja sama kembali dilanjutkan.
"Program RISE ini sudah sangat bersahabat dengan Kota Makassar dan cukup berhasil. Makanya, kita lanjutkan kerja samanya," katanya saat bertemu Director of The Intervention RISE Associate Dean International And Engagement Monash University, Prof Diego Ramirez dan RISE Director Of Assesment, Prof Karin Leder.
Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto -- mengatakan pada 2023 ini rencananya akan ditambah lima titik penanganan.
Dua titik di Kecamatan Biringkanaya yakni di Kelurahan Untia dan Bone Lengga, kelurahan Ka Alla-Alla, Kecamatan Manggala, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate dan di Kecamatan Tallo.
"Kita bahas kelanjutan RISE yang makin hari makin berkembang dan Pemerintah Kota Makassar sudah menyatu. Kabarnya tim-tim yang lain akan segera datang meninjau titik baru," katanya.
Ia mengatakan program RISE ini merupakan bentuk kerja sama kemitraan Indonesia-Australia untuk infrastruktur menuju Makassar Zero Kumuh, yang digarap oleh Monash University, Universitas Hasanuddin (Unhas), Pemerintah Kota Makassar, Kementerian PUPR, Kementerian Bappenas, dan Pemerintah Australia.
Ia menyebut ada beberapa hal yang menjadi intervensi dalam program RISE. Mulai dari perbaikan infrastruktur saluran drainase, sanitasi, dan air bersih.
“Kita kan sudah jalan di Kelurahan Untia dan tahun ini bertambah lagi. Intervensi itu lewat teknologi, jadi yang kurang baik itu kita buat menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu Ketua Pembangunan RISE Kota Makassar, Dr Ihsan menambahkan sasaran dari program RISE ini untuk memperbaiki lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat.
Dengan harapan program ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan peningkatan pola perilaku masyarakat yang lebih baik dan peduli terhadap lingkungan.
Program RISE hanya dijalankan di dua kota di dunia. Yakni Kota Makassar Indonesia dan Fiji di Suva.
“Jadi sudah jalan tiga titik. Dua bulan ke depan baru lanjut sisanya. Kalau Berhasil semua Makassar akan menjadi contoh untuk dunia,” demikian Ihsan.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Makassar lanjutkan kerja sama RISE dengan Universitas Monash
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB