TRC Dinsos Makassar mengamankan belasan anak jalanan dan pengemis
Minggu, 26 Februari 2023 21:21 WIB
Tangkapan layar sejumlah orang tua bersitengang dengan petugas TRC Dinas Sosial usai mengamankan belasan anak jalanan berkostum badut dan tokoh kartun di kantor unit TRC Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.
Makassar (ANTARA) - Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengamankan belasan anak jalanan dan pengemis yang menjalankan aksinya di sejumlah lampu merah karena mengganggu pengguna jalan dan arus lalu lintas.
"Penertiban anak jalanan dan pengemis ini didasari atas keluhan dan laporan masyarakat yang sangat terggangu dengan aktifitas mereka berkeliaran di lampu merah," ujar Pelaksana tugas (Plt) Dinsos Makassar Armin Paera, Minggu.
Para anak jalanan ini dinilai sudah meresahkan masyarakat. Sebab, modusnya meminta-minta dengan menggunakan kostum badut dan tokoh kartun sambil memegang speaker bermusik. Ironisnya, sebagian dari mereka masih anak-anak dan remaja usia sekolah.
Aksi penertiban tersebut sempat direkam video petugas saat sejumlah orang tua dan keluarganya mencoba merebut kembali anaknya ketika di bawa dengan mobil TRC di Jalan Adiyaksa, mereka bahkan sempat melempar kendaraan petugas Satpol PP hingga viral di media sosial.
"Mereka marah dan emosi anaknya yang memakai baju badut diamankan petugas sambil mengejar mobil lalu berteriak-teriak. Sempat juga melempar batu ke arah petugas," kata Armin.
Dalam penertiban itu sebanyak 15 orang anak-anak berpakaian badut dan dua orang pengemis diamankan saat razia cipta kondisi penyakit sosial tersebut. Seluruhnya hasil razia dari sejumlah lokasi lampu merah.
Namun saat mereka ditampung di kantor unit TRC Jalan Abdullah Daeng Sirua, sejumlah keluarga datang sambil teriak dan mengamuk agar anak-anaknya dibebaskan petugas Dinsos Makassar.
"Kita sudah kembalikan ke orang tuanya, keluarganya dengan catatan tidak membiarkan anak-anaknya berkeliaran di jalanan dengan menandatangani surat pernyataan. Selain berbahaya beraktifitas di jalanan, juga menggangu arus lalu lintas kendaraan," paparnya menegaskan.
Dari keterangan diperoleh, setiap anak atau remaja yang mengenakan kostum badut tersebut menyewa kostum per hari Rp30 ribu, sedangkan untuk penghasilan yang diperoleh antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
Sejauh ini petugas masih menelusuri penyedia kostum tersebut karena semakin marak berkeliaran anak-anak jalanan mencari uang dengan cara seperti itu.
"Penertiban anak jalanan dan pengemis ini didasari atas keluhan dan laporan masyarakat yang sangat terggangu dengan aktifitas mereka berkeliaran di lampu merah," ujar Pelaksana tugas (Plt) Dinsos Makassar Armin Paera, Minggu.
Para anak jalanan ini dinilai sudah meresahkan masyarakat. Sebab, modusnya meminta-minta dengan menggunakan kostum badut dan tokoh kartun sambil memegang speaker bermusik. Ironisnya, sebagian dari mereka masih anak-anak dan remaja usia sekolah.
Aksi penertiban tersebut sempat direkam video petugas saat sejumlah orang tua dan keluarganya mencoba merebut kembali anaknya ketika di bawa dengan mobil TRC di Jalan Adiyaksa, mereka bahkan sempat melempar kendaraan petugas Satpol PP hingga viral di media sosial.
"Mereka marah dan emosi anaknya yang memakai baju badut diamankan petugas sambil mengejar mobil lalu berteriak-teriak. Sempat juga melempar batu ke arah petugas," kata Armin.
Dalam penertiban itu sebanyak 15 orang anak-anak berpakaian badut dan dua orang pengemis diamankan saat razia cipta kondisi penyakit sosial tersebut. Seluruhnya hasil razia dari sejumlah lokasi lampu merah.
Namun saat mereka ditampung di kantor unit TRC Jalan Abdullah Daeng Sirua, sejumlah keluarga datang sambil teriak dan mengamuk agar anak-anaknya dibebaskan petugas Dinsos Makassar.
"Kita sudah kembalikan ke orang tuanya, keluarganya dengan catatan tidak membiarkan anak-anaknya berkeliaran di jalanan dengan menandatangani surat pernyataan. Selain berbahaya beraktifitas di jalanan, juga menggangu arus lalu lintas kendaraan," paparnya menegaskan.
Dari keterangan diperoleh, setiap anak atau remaja yang mengenakan kostum badut tersebut menyewa kostum per hari Rp30 ribu, sedangkan untuk penghasilan yang diperoleh antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
Sejauh ini petugas masih menelusuri penyedia kostum tersebut karena semakin marak berkeliaran anak-anak jalanan mencari uang dengan cara seperti itu.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskominfo SP dan Tim SPBE Pemprov Sulbar bahas optimalisasi kanal informasi OPD
07 January 2026 4:48 WIB
112 anak teradikalisasi di ruang dgital lewat "game online" dan media sosial
31 December 2025 7:19 WIB
Jembatan Ampera Palembang ditutup sementara mencegah kerumunan saat pergantian tahun
30 December 2025 6:01 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB