Pemkab Butuh Mitra kembangkan Jagung Lokal
Minggu, 2 Juni 2013 5:32 WIB
Ilustrasi jagung (ANTARA FOTO/Arief Priyono)
Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara membutuhkan mitra usaha, untuk mengembangkan jagung lokal varietas Pulo.
Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Sabtu, mengatakan, kualitas jagung Pulo tidak kalah dari jagung jenis hibrida, sebab disamping rasanya manis, hasil panennya tidak kalah dengan jagung hibrida, asalkan proses tanam dan pemeliharaannya dilakukan dengan tepat.
Sehingga untuk mengembangkannya, diperlukan usaha yang keras agar komoditi unggulan ini bisa dikenal luas bahkan tidak punah, mengingat banyak petani yang tidak lagi menanam jagung varietas ini.
Pemkab akan berupaya membangun kerja sama di bidang pengembangan pembudidayaan jagung Pulo, diawali dengan tahapan penelitian yang akan dilakukan para peneliti dari Universitas Ehyme Jepang.
Kerja sama pemkab dengan universitas tersebut, diharapkan mampu menerjunkan para peneliti di bidang pertanian yang mampu merekomendasi wilayah potensial pengembangan jagung Pulo.
Agar produksinya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, serta permintaan pasar nasional dan dunia.
Saat ini, pemkab telah membangun kerja sama dengan investor jagung, yang membuka pabrik pengeringan jagung di Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata.
Pabrik ini mampu menampung 150 ton jagung kering per hari, sehingga pengembangan jagung Pulo diharapkan bisa memenuhi permintaan tersebut.
Namun, satu investor saja tidak cukup sehingga berbagai upaya promosi tentang potensi lahan didukung sumber daya manusia yang ada, diharapkan bisa menarik minat pengembangan jagung Pulo di daerah ini.
Pemkab pun mendukung penerapan sistem plasma oleh para investor, sebab akan sangat menguntungkan petani.
Selain menerima bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan, pihak investor yang menerapkan sistem tersebut akan mengajarkan teknologi penananam jagung yang bisa menghasilkan hasil panenan sebesar 12 ton per hektare.
Pemkab berharap kata bupati, kabupaten ini akan tetap menjadi produsen jagung yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan industri nasional maupun dunia yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. H. Paat
Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Sabtu, mengatakan, kualitas jagung Pulo tidak kalah dari jagung jenis hibrida, sebab disamping rasanya manis, hasil panennya tidak kalah dengan jagung hibrida, asalkan proses tanam dan pemeliharaannya dilakukan dengan tepat.
Sehingga untuk mengembangkannya, diperlukan usaha yang keras agar komoditi unggulan ini bisa dikenal luas bahkan tidak punah, mengingat banyak petani yang tidak lagi menanam jagung varietas ini.
Pemkab akan berupaya membangun kerja sama di bidang pengembangan pembudidayaan jagung Pulo, diawali dengan tahapan penelitian yang akan dilakukan para peneliti dari Universitas Ehyme Jepang.
Kerja sama pemkab dengan universitas tersebut, diharapkan mampu menerjunkan para peneliti di bidang pertanian yang mampu merekomendasi wilayah potensial pengembangan jagung Pulo.
Agar produksinya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, serta permintaan pasar nasional dan dunia.
Saat ini, pemkab telah membangun kerja sama dengan investor jagung, yang membuka pabrik pengeringan jagung di Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata.
Pabrik ini mampu menampung 150 ton jagung kering per hari, sehingga pengembangan jagung Pulo diharapkan bisa memenuhi permintaan tersebut.
Namun, satu investor saja tidak cukup sehingga berbagai upaya promosi tentang potensi lahan didukung sumber daya manusia yang ada, diharapkan bisa menarik minat pengembangan jagung Pulo di daerah ini.
Pemkab pun mendukung penerapan sistem plasma oleh para investor, sebab akan sangat menguntungkan petani.
Selain menerima bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan, pihak investor yang menerapkan sistem tersebut akan mengajarkan teknologi penananam jagung yang bisa menghasilkan hasil panenan sebesar 12 ton per hektare.
Pemkab berharap kata bupati, kabupaten ini akan tetap menjadi produsen jagung yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan industri nasional maupun dunia yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. H. Paat
Pewarta : Susanti Sako
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Propam siapkan sanksi berat bagi anggota polisi bacok polisi di Pohuwato Gorontalo
01 October 2025 12:02 WIB
Viral ucapan akan merampok uang negara, anggota DPRD Gorontalo mengaku tak sadar ucapannya direkam
20 September 2025 20:12 WIB
Basarnas bersiaga penuh usai peringatan dini tsunami diaktifkan pascagempa Rusia
30 July 2025 11:10 WIB
BMKG minta warga jauhi pantai sampai waktu tiba tsunami pascagempa magnitudo 8,7 di Rusia
30 July 2025 11:08 WIB
Oknum guru di Gorontalo jadi tersangka kekerasan seksual, aksinya dipergoki di ruang OSIS
27 March 2025 13:27 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB