BPS: Berakhirnya PPKM berdampak pada mobilitas penduduk semakin tinggi
Jumat, 5 Mei 2023 12:32 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Edy Mahmud dalam Pengumuman Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 di Jakarta, Jumat (05/05/2023). (ANTARA/HO-BPS)
Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Edy Mahmud menyebutkan berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah berdampak pada mobilitas penduduk yang semakin tinggi.
"Peningkatan mobilitas masyarakat ini mendorong peningkatan aktivitas ekonomi," ujar Edy dalam Pengumuman Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 di Jakarta, Jumat.
Mobilitas penduduk yang semakin tinggi terlihat dari jumlah penumpang di seluruh moda transportasi yang meningkat seperti angkutan rel naik 69,37 persen pada triwulan I-2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), angkutan laut 13,30 persen (yoy), dan angkutan udara 58,18 persen (yoy).
Selain itu, lanjut dia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga naik sebesar 508,87 persen (yoy) serta rata-rata Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel meningkat 3,62 persen poin (yoy).
Dengan demikian aktivitas ekonomi baik dari sisi konsumsi maupun produksi meningkat. Dari sisi konsumsi, terlihat dari indeks penjualan ritel yang tumbuh sebesar 1,58 persen (yoy), penjualan mobil secara grosir naik 7 persen (yoy), penjualan sepeda motor naik 44,47 persen (yoy), penerimaan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 tumbuh 21,6 persen (yoy), serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit yang tumbuh 3,03 persen.
Meski konsumsi meningkat, Edy menilai stabilitas daya beli tetap terjaga dengan inflasi yang terkendali.
"Inflasi bulan Maret 2023 tercatat sebesar 4,97 persen (yoy) dan 0,68 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq)," tuturnya.
Di sisi produksi, ia mengungkapkan aktivitas produksi masih stabil dengan Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia pada triwulan I-2023 yang berada di zona ekspansi, kapasitas produksi terpakai mencapai 72,33 persen, serta impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing tumbuh 10,50 persen (yoy) dan 2,73 persen (yoy).
Kemudian, terlihat pula dari produksi mobil yang naik sebesar 5,75 persen (yoy), penjualan listrik naik sebesar 3,51 persen terutama didorong oleh konsumsi listrik segmen bisnis, serta produksi gas PT Perusahaan Gas Negara atau PGN tercatat meningkat sebesar 8,02 persen (yoy).
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS: Berakhirnya PPKM berdampak mobilitas penduduk makin tinggi
"Peningkatan mobilitas masyarakat ini mendorong peningkatan aktivitas ekonomi," ujar Edy dalam Pengumuman Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 di Jakarta, Jumat.
Mobilitas penduduk yang semakin tinggi terlihat dari jumlah penumpang di seluruh moda transportasi yang meningkat seperti angkutan rel naik 69,37 persen pada triwulan I-2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), angkutan laut 13,30 persen (yoy), dan angkutan udara 58,18 persen (yoy).
Selain itu, lanjut dia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga naik sebesar 508,87 persen (yoy) serta rata-rata Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel meningkat 3,62 persen poin (yoy).
Dengan demikian aktivitas ekonomi baik dari sisi konsumsi maupun produksi meningkat. Dari sisi konsumsi, terlihat dari indeks penjualan ritel yang tumbuh sebesar 1,58 persen (yoy), penjualan mobil secara grosir naik 7 persen (yoy), penjualan sepeda motor naik 44,47 persen (yoy), penerimaan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 tumbuh 21,6 persen (yoy), serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit yang tumbuh 3,03 persen.
Meski konsumsi meningkat, Edy menilai stabilitas daya beli tetap terjaga dengan inflasi yang terkendali.
"Inflasi bulan Maret 2023 tercatat sebesar 4,97 persen (yoy) dan 0,68 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq)," tuturnya.
Di sisi produksi, ia mengungkapkan aktivitas produksi masih stabil dengan Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia pada triwulan I-2023 yang berada di zona ekspansi, kapasitas produksi terpakai mencapai 72,33 persen, serta impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing tumbuh 10,50 persen (yoy) dan 2,73 persen (yoy).
Kemudian, terlihat pula dari produksi mobil yang naik sebesar 5,75 persen (yoy), penjualan listrik naik sebesar 3,51 persen terutama didorong oleh konsumsi listrik segmen bisnis, serta produksi gas PT Perusahaan Gas Negara atau PGN tercatat meningkat sebesar 8,02 persen (yoy).
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS: Berakhirnya PPKM berdampak mobilitas penduduk makin tinggi
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Polri gelar Operasi Lilin 2024 guna amankan mobilitas saat Natal dan Tahun Baru 2025
18 December 2024 13:23 WIB, 2024
IKN menghadirkan transportasi pintar, dari mobilitas otonom hingga drone
24 April 2024 15:57 WIB, 2024
Penumpang Bandara Hasanuddin Makassar diprediksi naik 7 persen saat musim Lebaran 2024
03 April 2024 15:13 WIB, 2024
Kemenhub prediksi 107 juta masyarakat lakukan perjalanan selama Natal dan Tahun Baru 2024
19 December 2023 11:25 WIB, 2023
Wamen BUMN II: Penggabungan PPD ke Damri tingkatkan mobilitas masyarakat
19 June 2023 13:25 WIB, 2023
Menkes: Mobilitas masyarakat tidak terlalu pengaruhi lonjakan COVID-19 varian baru
03 January 2023 15:07 WIB, 2023
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Kirim tim khusus, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi Sumatera
22 January 2026 15:43 WIB