SAR Kendari : Nakhoda Kapal Waspadai Cuaca Buruk
Rabu, 18 Desember 2013 15:12 WIB
Kendari (ANTARA Sulsel) - Kantor Searh And Rescue (Sar) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan nakhoda kapal dan calon penumpang untuk mewaspadai cuaca buruk di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Kantor SAR Sultra DJafar Henaulu di Kendari, Rabu mengatakan cuaca buruk karena hujan lebat, gelombang tinggi dan angin kencang tidak bisa dihindari bagi pengguna jasa transportasi laut.
"Nakhoda kapal jangan terobsesi dengan keuntungan berlipat sehingga menerima muatan tanpa mempedulikan kapasitas angkut kapal," katanya.
Juga calon penumpang maupun pemilik barang agar memperhatikan daya angkut. Artinya, jangan paksakan kehendak dengan berbagai alasan tanpa mengutamakan keselamatan.
"Pemilik kapal dan pengguna jasa transportasi laut tidak bisa berbuat banyak menghadapi cuaca buruk, kecuali mencegah musibah di laut dengan cara berlayar pada situasi aman dan tidak mengangkut muatan melebihi kapasitas normal," katanya.
Basarnas Sultra yang bertugas dalam pembantuan kemanusiaan selalu berharap tidak ada korban jiwa maupun materi dalam setiap kecelakaan di laut.
"Jangan ada anggapan bahwa kalau terjadi kecelakaan ada Basarnas atau pihak lain yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab pada diri sendiri jauh lebih baik karena sama artinya menempatkan keselamatan di atas segala-galanya," katanya.
Pemilik kapal rakyat Karimas (44) mengatakan hampir sebulan perairan Sultra tidak bersahabat karena curah hujan tinggi, gelombang disertai angin bertiup kencang.
"Yang berbahaya kalau datangnya angin disertai ombak secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kami (nakhoda kapal, red) berharap bantuan prakiraan cuaca sebelum berlayar," kata Karimas. Nurul H
Kepala Kantor SAR Sultra DJafar Henaulu di Kendari, Rabu mengatakan cuaca buruk karena hujan lebat, gelombang tinggi dan angin kencang tidak bisa dihindari bagi pengguna jasa transportasi laut.
"Nakhoda kapal jangan terobsesi dengan keuntungan berlipat sehingga menerima muatan tanpa mempedulikan kapasitas angkut kapal," katanya.
Juga calon penumpang maupun pemilik barang agar memperhatikan daya angkut. Artinya, jangan paksakan kehendak dengan berbagai alasan tanpa mengutamakan keselamatan.
"Pemilik kapal dan pengguna jasa transportasi laut tidak bisa berbuat banyak menghadapi cuaca buruk, kecuali mencegah musibah di laut dengan cara berlayar pada situasi aman dan tidak mengangkut muatan melebihi kapasitas normal," katanya.
Basarnas Sultra yang bertugas dalam pembantuan kemanusiaan selalu berharap tidak ada korban jiwa maupun materi dalam setiap kecelakaan di laut.
"Jangan ada anggapan bahwa kalau terjadi kecelakaan ada Basarnas atau pihak lain yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab pada diri sendiri jauh lebih baik karena sama artinya menempatkan keselamatan di atas segala-galanya," katanya.
Pemilik kapal rakyat Karimas (44) mengatakan hampir sebulan perairan Sultra tidak bersahabat karena curah hujan tinggi, gelombang disertai angin bertiup kencang.
"Yang berbahaya kalau datangnya angin disertai ombak secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kami (nakhoda kapal, red) berharap bantuan prakiraan cuaca sebelum berlayar," kata Karimas. Nurul H
Pewarta : Sarjono
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN UIP Sulawesi terima hasil pengadaan lahan GITET 275 kV Kendari dari BPN
06 February 2026 19:56 WIB
Kepala Bandara Haluoleo sampaikan maaf kepada ANTARA dan jurnalis di Kendari
09 August 2025 19:20 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB