Save the Children kritik Pemerintah Inggris karena abstain soal gencatan senjata Gaza
Sabtu, 9 Desember 2023 17:26 WIB
Warga Palestina yang terluka, termasuk anak-anak, dibawa ke Rumah Sakit Nasser menyusul serangan Israel di Khan Yunis, Gaza, 8 Desember 2023. (Anadolu)
London (ANTARA) - Save the Children pada Jumat mengkritik pemerintah Inggris karena bersikap abstain dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB soal gencatan senjata di Gaza.
Badan amal yang berbasis di negara kerajaan itu menyebut pemerintahnya terlibat dalam situasi mengerikan yang akan dihadapi anak-anak di Gaza.
Dalam sebuah unggahan di X, Save the Children mengatakan Perdana Menteri Rishi Sunak dan pemerintah Inggris kembali "mengabaikan" anak-anak Gaza.
"Dengan tidak memberikan suara bagi #CeasefireNOW di Dewan Keamanan PBB, Inggris terlibat dalam horor yang akan dialami anak-anak dalam beberapa jam, hari, dan pekan mendatang," katanya.
Inggris memilih abstain, sedangkan Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB pada Jumat yang menuntut gencatan senjata segera guna menghentikan pertumpahan darah di Jalur Gaza.
Israel melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah jeda kemanusiaan dengan kelompok perlawanan Palestina Hamas berakhir setelah berlangsung selama sepekan.
Sedikitnya 17.487 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 46.480 lainnya terluka akibat serangan-serangan tanpa henti Israel dari udara dan darat di daerah kantong Palestina itu sejak 7 Oktober menyusul serangan lintas batas yang dilakukan Hamas.
Di lain pihak, jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas itu mencapai 1.200 orang, menurut data resmi.
Sumber: Anadolu
Badan amal yang berbasis di negara kerajaan itu menyebut pemerintahnya terlibat dalam situasi mengerikan yang akan dihadapi anak-anak di Gaza.
Dalam sebuah unggahan di X, Save the Children mengatakan Perdana Menteri Rishi Sunak dan pemerintah Inggris kembali "mengabaikan" anak-anak Gaza.
"Dengan tidak memberikan suara bagi #CeasefireNOW di Dewan Keamanan PBB, Inggris terlibat dalam horor yang akan dialami anak-anak dalam beberapa jam, hari, dan pekan mendatang," katanya.
Inggris memilih abstain, sedangkan Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB pada Jumat yang menuntut gencatan senjata segera guna menghentikan pertumpahan darah di Jalur Gaza.
Israel melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah jeda kemanusiaan dengan kelompok perlawanan Palestina Hamas berakhir setelah berlangsung selama sepekan.
Sedikitnya 17.487 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 46.480 lainnya terluka akibat serangan-serangan tanpa henti Israel dari udara dan darat di daerah kantong Palestina itu sejak 7 Oktober menyusul serangan lintas batas yang dilakukan Hamas.
Di lain pihak, jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas itu mencapai 1.200 orang, menurut data resmi.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Katriana
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Film "Qodrat 2" sajikan horor-religi laga, tayang di bioskop pada Lebaran 2025
22 March 2025 6:46 WIB, 2025
Film horor "Kuasa Gelap" mengangkat cerita tentang ritual pengusiran setan
07 August 2024 12:50 WIB, 2024
Fakta film "Pemandi Jenazah", pemeran jenazah diguyur jam dua dinihari
23 February 2024 6:12 WIB, 2024
Selly Marcelina kembali berakting dalam film horor "Suzzanna Malam Jumat Kliwon"
30 July 2023 6:34 WIB, 2023
Film horor "Susuk: Kutukan Kecantikan" tayang di bioskop pada 31 Agustus
21 July 2023 12:16 WIB, 2023
"Kutukan 9 Setan" akan jadi film horor perdana bagi aktor Joshua Suherman
23 May 2023 14:26 WIB, 2023
Tiket penayangan perdana film horor "Khanzab" terjual habis di beberapa kota
20 April 2023 8:07 WIB, 2023