Dampak cuaca ekstrem picu beberapa titik di Makassar tergenang
Kamis, 21 Maret 2024 12:12 WIB
Ilustrasi kondisi di pinggiran Kota Makassar sebagai dampak cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG Wilayah IV Makassar terjadi pada Kamis (21/3/2024). Antara/ Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Dampak kondisi cuaca ekstrem memicu beberapa titik di Kota Makassar mengalami genangan, sehingga melambatkan arus lalulintas.
“Hujan deras yang terjadi pagi hari menyebabkan sejumlah jalan tergenang dan ini melambatkan arus lalulintas di Jalan Pettearani dan Toddopuli,” kata salah seorang pengendara roda dua Mustamin di Makassar, Kamis.
Menurut dia, rata-rata jika curah hujan cukup deras dan lama, sejumlah titik di Kota Makassar mengalami genangan setinggi tumit hingga betis orang dewasa, karena saluran penampungan air di sisi jalan terbatas kapasitasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengingatkan masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem beberapa hari lalu hingga hari ini.
“Walaupun Ramadan ini intensitas hujan berada pada kategori menengah hingga ringan, namun diimbau wilayah yang rawan banjir seperti Luwu Utara, Maros, Gowa dan Makassar untuk mewaspadai musim pancaroba,” kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Agusmin.
Menurut dia, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dapat saja terjadi, sehingga masyarakat diminta selalu waspada.
Khusus di Kota Makassar, selain badan jalan yang tergenang air akibat hujan pada sejumlah titik, juga sejumlah perumahan yang terbilang tanahnya landai, kerap mengalami genangan air. Kompleks perumahan yang rawan banjir itu di antaranya BTM Hamzy, Bumi Tamalanrea Permai, Perumnas Antang dan BTN Asal Mula.
Berdasarkan data BMKG Wilayah IV Makassar, kondisi cuaca di Kota Makassar dan sekitarnya hari ini adalah hujan dan badai petir ringan, suhu 29 derajat Celcius, prespitasi 40 persen dengan kelembapan 79 persen dan kecepatan angin 10 kilometer per jam.
“Hujan deras yang terjadi pagi hari menyebabkan sejumlah jalan tergenang dan ini melambatkan arus lalulintas di Jalan Pettearani dan Toddopuli,” kata salah seorang pengendara roda dua Mustamin di Makassar, Kamis.
Menurut dia, rata-rata jika curah hujan cukup deras dan lama, sejumlah titik di Kota Makassar mengalami genangan setinggi tumit hingga betis orang dewasa, karena saluran penampungan air di sisi jalan terbatas kapasitasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengingatkan masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem beberapa hari lalu hingga hari ini.
“Walaupun Ramadan ini intensitas hujan berada pada kategori menengah hingga ringan, namun diimbau wilayah yang rawan banjir seperti Luwu Utara, Maros, Gowa dan Makassar untuk mewaspadai musim pancaroba,” kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Agusmin.
Menurut dia, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dapat saja terjadi, sehingga masyarakat diminta selalu waspada.
Khusus di Kota Makassar, selain badan jalan yang tergenang air akibat hujan pada sejumlah titik, juga sejumlah perumahan yang terbilang tanahnya landai, kerap mengalami genangan air. Kompleks perumahan yang rawan banjir itu di antaranya BTM Hamzy, Bumi Tamalanrea Permai, Perumnas Antang dan BTN Asal Mula.
Berdasarkan data BMKG Wilayah IV Makassar, kondisi cuaca di Kota Makassar dan sekitarnya hari ini adalah hujan dan badai petir ringan, suhu 29 derajat Celcius, prespitasi 40 persen dengan kelembapan 79 persen dan kecepatan angin 10 kilometer per jam.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspadai hujan lebat hingga ekstrem di sebagian besar RI, Makassar berpotensi udara kabut
23 January 2026 8:59 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Operasi modifikasi cuaca jadi opsi pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
20 January 2026 4:24 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB