Mendagri melantik Suhajar Diantoro sebagai Wakil Rektor IPDN
Selasa, 30 April 2024 15:53 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) bersama Wakil Rektor IPDN Suhajar Diantoro (kanan) di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (30/4/2024). ANTARA/HO-Puspen Kemendagri
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik Suhajar Diantoro menjadi Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bidang Hukum, Kerja Sama, dan Kepegawaian.
Pelantikan ini dilakukan sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.3.3-1023 Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Wakil Rektor IPDN di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa.
Tito menilai Suhajar selama ini telah banyak mendukung dirinya dalam menjalankan tugas. Suhajar dinilai sebagai sosok yang berdedikasi dan memiliki loyalitas yang tinggi dengan mendukung semua kebijakan pimpinan.
Bahkan, berbagai tugas yang diberikan kepadanya juga dapat diselesaikan dengan baik.
Menurutnya, Suhajar merupakan pejabat yang memiliki segudang pengalaman. Hal itu tercermin dari rekam jejak kariernya. Atas alasan itulah dia dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor IPDN.
Mendagri berharap dengan pengalamannya yang demikian panjang dan pernah menduduki berbagai jabatan birokrasi, Suhajar dapat memberikan kontribusi terbaiknya di lingkungan akademis.
"Oleh karena itu, saya tidak ragu-ragu untuk meminta kepada beliau untuk menjadi jabatan fungsional yang juga tidak main-main, Wakil Rektor IPDN," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dengan pelantikan tersebut, Suhajar resmi mengakhiri tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri dan mengawali tugas baru selaku Wakil Rektor IPDN.
Meski demikian, Tito berharap Suhajar tetap dapat memberikan saran yang solutif jika terdapat persoalan yang mesti diselesaikan segera.
"Terima kasih banyak kepada mantan Sekjen Kemendagri, Pak Suhajar, selamat penugasan baru, sebagai fungsional dosen IPDN khususnya Wakil Rektor. Semoga bapak dan ibu selalu mendapat kemudahan perlindungan pertolongan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkas Tito.
Pelantikan ini dilakukan sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.3.3-1023 Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Wakil Rektor IPDN di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa.
Tito menilai Suhajar selama ini telah banyak mendukung dirinya dalam menjalankan tugas. Suhajar dinilai sebagai sosok yang berdedikasi dan memiliki loyalitas yang tinggi dengan mendukung semua kebijakan pimpinan.
Bahkan, berbagai tugas yang diberikan kepadanya juga dapat diselesaikan dengan baik.
Menurutnya, Suhajar merupakan pejabat yang memiliki segudang pengalaman. Hal itu tercermin dari rekam jejak kariernya. Atas alasan itulah dia dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor IPDN.
Mendagri berharap dengan pengalamannya yang demikian panjang dan pernah menduduki berbagai jabatan birokrasi, Suhajar dapat memberikan kontribusi terbaiknya di lingkungan akademis.
"Oleh karena itu, saya tidak ragu-ragu untuk meminta kepada beliau untuk menjadi jabatan fungsional yang juga tidak main-main, Wakil Rektor IPDN," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dengan pelantikan tersebut, Suhajar resmi mengakhiri tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri dan mengawali tugas baru selaku Wakil Rektor IPDN.
Meski demikian, Tito berharap Suhajar tetap dapat memberikan saran yang solutif jika terdapat persoalan yang mesti diselesaikan segera.
"Terima kasih banyak kepada mantan Sekjen Kemendagri, Pak Suhajar, selamat penugasan baru, sebagai fungsional dosen IPDN khususnya Wakil Rektor. Semoga bapak dan ibu selalu mendapat kemudahan perlindungan pertolongan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkas Tito.
Pewarta : Narda Margaretha Sinambela
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Purbaya: Penempatan SAL di perbankan berperan dalam pertumbuhan ekonomi 5,61 persen
06 May 2026 5:25 WIB
Korban tewas dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang
29 April 2026 14:47 WIB
Tim SAR fokus pencarian dan evakuasi korban terjebak di dalam KRL Commuter Line
28 April 2026 9:42 WIB
helikopter PK-CFX hilang kontak dalam penerbangan dari Malawi ke Kubu Raya Kalbar
16 April 2026 15:14 WIB