PIN Polio 2024 di Sulsel menyasar 1,2 juta anak
Selasa, 23 Juli 2024 15:31 WIB
Pj Ketua TP PKK Sulsel Ninuk Zudan menyaksikan pemberian vasin kepada anak pada pencanangan PIN Polio yang dipusatkan di Rujab Gubernur Sulsel. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Tim Penggerak PKK mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2024 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan menyasar 1,2 juta anak.
Penjabat Ketua TP PKK Sulsel Ninuk Triyanti Zudan di Makassar, Selasa, mengatakan PIN Polio 2024 dilaksanakan dalam dua putaran yakni putaran pertama digelar mulai hari ini dan putaran kedua mulai 6 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, PIN ini merupakan salah satu upaya pencegahan agar anak-anak terhindar dari penyakit polio. Meskipun Sulsel sejak tahun 2014 sudah dinyatakan sebagai provinsi bebas polio, namun harus tetap diwaspadai.
Apalagi, kata Ninuk Zudan, akhir-akhir ini ada kejadian luar biasa (KLB), di mana pada 2022 - 2024 kasus polio ditemukan di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. Hingga saat ini status KLB tersebut belum dicabut dan masih dalam tahap pelaporan.
"Ini adalah upaya responsif dan strategis agar vaksin polio dilakukan secara masif dengan cakupan tinggi dan merata. Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan PIN Polio ini dengan target 100 persen," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar mengatakan, PIN Polio dilaksanakan secara serentak di 24 kabupaten kota mulai hari ini dengan target cakupan 100 persen. Upaya ini untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah.
"Polio menyebabkan kelumpuhan permanen, sehingga harus menjadi perhatian bersama. Sasaran kita adalah anak-anak usia hingga delapan tahun," kata Ishaq Iskandar.
Penjabat Ketua TP PKK Sulsel Ninuk Triyanti Zudan di Makassar, Selasa, mengatakan PIN Polio 2024 dilaksanakan dalam dua putaran yakni putaran pertama digelar mulai hari ini dan putaran kedua mulai 6 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, PIN ini merupakan salah satu upaya pencegahan agar anak-anak terhindar dari penyakit polio. Meskipun Sulsel sejak tahun 2014 sudah dinyatakan sebagai provinsi bebas polio, namun harus tetap diwaspadai.
Apalagi, kata Ninuk Zudan, akhir-akhir ini ada kejadian luar biasa (KLB), di mana pada 2022 - 2024 kasus polio ditemukan di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. Hingga saat ini status KLB tersebut belum dicabut dan masih dalam tahap pelaporan.
"Ini adalah upaya responsif dan strategis agar vaksin polio dilakukan secara masif dengan cakupan tinggi dan merata. Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan PIN Polio ini dengan target 100 persen," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar mengatakan, PIN Polio dilaksanakan secara serentak di 24 kabupaten kota mulai hari ini dengan target cakupan 100 persen. Upaya ini untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah.
"Polio menyebabkan kelumpuhan permanen, sehingga harus menjadi perhatian bersama. Sasaran kita adalah anak-anak usia hingga delapan tahun," kata Ishaq Iskandar.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB