Pabrik Ready Mix-Batching Plant Tonasa Diresmikan
Senin, 9 Juni 2014 14:08 WIB
Kendari (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun meresmikan pengoperasian pabrik ready mix dan batching plant semen tonasa di Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, kota Kendari, Senin.
Rady mix dan Batching Plant tersebut milik PT Prima Karya Manunggal Cabang Kendari yang merupakan mitra dari semen Tonasa.
Asrun dalam sambutannya mengapresiasi pihak PT Prima Karya Manunggal yang begitu cepat membangun Batching Plant tersebut tidak lama setelah mengajukan izin pembangunan kepada pemerintah.
"Sebagai pemerintah, saya sambut baik dengan hadirnya Ready mix dan Batching plant tonasa ini. Ketika pihak investor ajukan izin saya langsung suruh buat," kata Asrun.
Ia berharap, dengan ready mix dan batching plant itu, maka kualitas bangunan di Kendari bisa terukur kemudian secara tehnis penggunaan semen bisa diminimalisir dan kualitas bangunan tetap optimal.
"Pesan saya, pihak perusahaan memperhatikan tenaga kerja lokal dalam penerimaan tenaga kerja agar kehadiran batching plant ini bisa membantu mengurangi pengangguran di daerah ini dan mendorong perbaikan ekonomi daerah," katanya.
Ditambahkan, salah satu konsekuensi pemberian izin kepada perusahaan tersebut agar bisa membantu kesejahteraan warga sekitar, terutama dalam pemanfaatan corporate social responsibility (CSR).
Direktur PT Putra Karya Manunggal, Saparuddin, mengatakan baching plant tersebut mampu memproduksi 65 meter kubik ready mix perjam, dengan kapasitas kerja dalams sehari selama 10 jam.
"Mudah mudahan Batching plant ini bisa membantu mempercepat proyek-proyek infrastruktur yang ada di daerah ini meskipun saat dikerjakan akhir tahun," katanya.
Hadir Dalam kesempatan itu Wakil Wali kota Kendari, Musadar Mapasomba, unsur Muspida Kendari, Ketua DPRD Kendari, Abdul Razak dan direksi PT Prima karya Manunggal. S. Suryatie
Rady mix dan Batching Plant tersebut milik PT Prima Karya Manunggal Cabang Kendari yang merupakan mitra dari semen Tonasa.
Asrun dalam sambutannya mengapresiasi pihak PT Prima Karya Manunggal yang begitu cepat membangun Batching Plant tersebut tidak lama setelah mengajukan izin pembangunan kepada pemerintah.
"Sebagai pemerintah, saya sambut baik dengan hadirnya Ready mix dan Batching plant tonasa ini. Ketika pihak investor ajukan izin saya langsung suruh buat," kata Asrun.
Ia berharap, dengan ready mix dan batching plant itu, maka kualitas bangunan di Kendari bisa terukur kemudian secara tehnis penggunaan semen bisa diminimalisir dan kualitas bangunan tetap optimal.
"Pesan saya, pihak perusahaan memperhatikan tenaga kerja lokal dalam penerimaan tenaga kerja agar kehadiran batching plant ini bisa membantu mengurangi pengangguran di daerah ini dan mendorong perbaikan ekonomi daerah," katanya.
Ditambahkan, salah satu konsekuensi pemberian izin kepada perusahaan tersebut agar bisa membantu kesejahteraan warga sekitar, terutama dalam pemanfaatan corporate social responsibility (CSR).
Direktur PT Putra Karya Manunggal, Saparuddin, mengatakan baching plant tersebut mampu memproduksi 65 meter kubik ready mix perjam, dengan kapasitas kerja dalams sehari selama 10 jam.
"Mudah mudahan Batching plant ini bisa membantu mempercepat proyek-proyek infrastruktur yang ada di daerah ini meskipun saat dikerjakan akhir tahun," katanya.
Hadir Dalam kesempatan itu Wakil Wali kota Kendari, Musadar Mapasomba, unsur Muspida Kendari, Ketua DPRD Kendari, Abdul Razak dan direksi PT Prima karya Manunggal. S. Suryatie
Pewarta : Suparman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN UIP Sulawesi terima hasil pengadaan lahan GITET 275 kV Kendari dari BPN
06 February 2026 19:56 WIB
Kepala Bandara Haluoleo sampaikan maaf kepada ANTARA dan jurnalis di Kendari
09 August 2025 19:20 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB