BMKG mengingatkan waspadai gelombang 2,5 meter di perairan NTT
Kamis, 5 September 2024 9:57 WIB
Ilustrasi: Gelombang laut rute penyeberangan Lewoleba-Larantuka, NTT. (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pelaku jasa pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai gelombang setinggi 1,25 - 2,5 meter di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Yandri Tungga di Kupang, Kamis.
Menurut dia, tinggi gelombang 1,,25-2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan laut Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, dan Laut Sawu.
Selain itu gelombang tinggi juga terjadi pada wilayah perairan laut Samudera Hindia Selatan Pulau Sumba - Sabu, perairan Selatan Kupang - Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang - Rote Ndao.
Mengenai pola angin, dia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan angin bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan laut Aceh bagian utara, Laut Flores dan Laut Arafuru bagian timur.
Karena itu BMKG mengimbau pelaku jasa pelayaran dan nelayan yang akan melakukan aktivitas di perairan laut untuk memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar.
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Yandri Tungga di Kupang, Kamis.
Menurut dia, tinggi gelombang 1,,25-2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan laut Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, dan Laut Sawu.
Selain itu gelombang tinggi juga terjadi pada wilayah perairan laut Samudera Hindia Selatan Pulau Sumba - Sabu, perairan Selatan Kupang - Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang - Rote Ndao.
Mengenai pola angin, dia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan angin bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan laut Aceh bagian utara, Laut Flores dan Laut Arafuru bagian timur.
Karena itu BMKG mengimbau pelaku jasa pelayaran dan nelayan yang akan melakukan aktivitas di perairan laut untuk memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siklon Tropis Nokaen di perairan Indonesia picu hujan dan gelombang laut tinggi
16 January 2026 5:38 WIB
Siklon jenna, picu potensi gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Indonesia
07 January 2026 12:18 WIB
BMKG berikan peringatan dini waspada gelombang sangat tinggi 6 meter pada 11-14 Agustus
11 August 2025 16:13 WIB
Mayoritas kota besar Indonesia diperkirakan hujan pada Minggu, Makassar berawan
27 July 2025 9:27 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB