Meutya Viada Hafid terpilih jadi Menteri Komunikasi dan Digital
Senin, 21 Oktober 2024 0:17 WIB
Politikus Partai Golkar Meutya Hafid menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt.
Jakarta (ANTARA) - Politisi Partai Golkar Meutya Hafid terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.I.P Menteri Komunikasi dan Digital," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu.
Berdasarkan pengumuman tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika berubah nomenklatur menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital.
Meutya menggantikan Menteri Komunikasi dan Informatika yang sebelumnya dijabat oleh Budi Arie Setiadi. Budi Arie sendiri kini menempati posisi sebagai Menteri Koperasi.
Kabar Meutya akan menjabat sebagai menteri di pemerintahan baru sudah santer terdengar. Budi Arie juga mengonfirmasi bahwa Meutya akan menjadi penerusnya.
Meutya pun menjadi salah satu orang yang memenuhi panggilan Presiden Prabowo ke kediamannya di bilangan Kertanegara, Jakarta, Senin (14/10). Pemanggilan tersebut mengisyaratkan bahwa ia masuk dalam jajaran calon menteri untuk kabinet Prabowo-Gibran.
Namun, setelah pertemuannya dengan Prabowo tersebut, Meutya masih enggan mengungkapkan permintaan Prabowo terkait keterlibatannya dalam pemerintahan.
Meutya Hafid, lahir pada 3 Mei 1978, ia menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024 dan berasal dari daerah pemilihan Sumatra Utara I. Perempuan asal Bandung, Jawa Barat, ini kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024-2029 di dapil yang sama.
Hal tersebut, merupakan ketiga kalinya Meutya terpilih menjadi anggota DPR, setelah pertama kali menjabat melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan Burhanuddin Napitupulu yang meninggal pada 2010.
Meutya memiliki pengalaman panjang sebagai seorang jurnalis televisi, dan namanya mulai dikenal publik setelah insiden penyanderaan di Irak pada tahun 2005 bersama seorang kamerawan Metro TV.
Meutya menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, lalu melanjutkan SMA di Crescent Girl’s School, Singapura, lulus pada 1997. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas New South Wales, Australia, dan meraih gelar sarjana pada 2001. Kemudian, pada 2018, ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Indonesia.
Meutya memutuskan untuk berkarier di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Golkar pada 2009 sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Ia terus meraih keberhasilan dan terpilih kembali pada beberapa periode berikutnya.
Sebagai seorang politisi, Meutya berperan penting dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen dan memperjuangkan isu-isu gender. Ia menjadi salah satu suara utama dalam advokasi hak-hak perempuan dan anak, serta mendukung peran yang lebih besar bagi perempuan di berbagai sektor, termasuk politik.
Selain itu, sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024, Meutya memiliki pengalaman luas dalam menangani isu-isu strategis, termasuk bidang pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informasi.
Pengalaman tersebut memberikannya pemahaman tentang tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dan informasi di Indonesia.
Sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya diharapkan dapat memberikan solusi yang nyata dan efektif dalam menghadapi berbagai persoalan di sektor komunikasi dan teknologi digital di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Meutya Hafid terpilih jadi Menteri Komunikasi dan Digital
"Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.I.P Menteri Komunikasi dan Digital," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu.
Berdasarkan pengumuman tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika berubah nomenklatur menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital.
Meutya menggantikan Menteri Komunikasi dan Informatika yang sebelumnya dijabat oleh Budi Arie Setiadi. Budi Arie sendiri kini menempati posisi sebagai Menteri Koperasi.
Kabar Meutya akan menjabat sebagai menteri di pemerintahan baru sudah santer terdengar. Budi Arie juga mengonfirmasi bahwa Meutya akan menjadi penerusnya.
Meutya pun menjadi salah satu orang yang memenuhi panggilan Presiden Prabowo ke kediamannya di bilangan Kertanegara, Jakarta, Senin (14/10). Pemanggilan tersebut mengisyaratkan bahwa ia masuk dalam jajaran calon menteri untuk kabinet Prabowo-Gibran.
Namun, setelah pertemuannya dengan Prabowo tersebut, Meutya masih enggan mengungkapkan permintaan Prabowo terkait keterlibatannya dalam pemerintahan.
Meutya Hafid, lahir pada 3 Mei 1978, ia menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024 dan berasal dari daerah pemilihan Sumatra Utara I. Perempuan asal Bandung, Jawa Barat, ini kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024-2029 di dapil yang sama.
Hal tersebut, merupakan ketiga kalinya Meutya terpilih menjadi anggota DPR, setelah pertama kali menjabat melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan Burhanuddin Napitupulu yang meninggal pada 2010.
Meutya memiliki pengalaman panjang sebagai seorang jurnalis televisi, dan namanya mulai dikenal publik setelah insiden penyanderaan di Irak pada tahun 2005 bersama seorang kamerawan Metro TV.
Meutya menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, lalu melanjutkan SMA di Crescent Girl’s School, Singapura, lulus pada 1997. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas New South Wales, Australia, dan meraih gelar sarjana pada 2001. Kemudian, pada 2018, ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Indonesia.
Meutya memutuskan untuk berkarier di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Golkar pada 2009 sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Ia terus meraih keberhasilan dan terpilih kembali pada beberapa periode berikutnya.
Sebagai seorang politisi, Meutya berperan penting dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen dan memperjuangkan isu-isu gender. Ia menjadi salah satu suara utama dalam advokasi hak-hak perempuan dan anak, serta mendukung peran yang lebih besar bagi perempuan di berbagai sektor, termasuk politik.
Selain itu, sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024, Meutya memiliki pengalaman luas dalam menangani isu-isu strategis, termasuk bidang pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informasi.
Pengalaman tersebut memberikannya pemahaman tentang tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dan informasi di Indonesia.
Sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya diharapkan dapat memberikan solusi yang nyata dan efektif dalam menghadapi berbagai persoalan di sektor komunikasi dan teknologi digital di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Meutya Hafid terpilih jadi Menteri Komunikasi dan Digital
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkomdigi kaji pelibatan swasta dalam pemerataan akses internet di wilayah blank spot
07 July 2025 17:56 WIB
Pemkab Gowa dorong perlindungan anak dari bahaya perkembangan teknologi digital
17 June 2025 10:46 WIB
Menkomdigi menugaskan Fifi Aleyda pastikan komunikasi publik efektif
13 January 2025 16:22 WIB, 2025
Menkomdigi: Perubahan struktur Kemkomdigi fokus pada tata kelola pemerintahan
17 December 2024 15:45 WIB, 2024
Menkomdigi bangga dedikasi ANTARA membangun ekosistem informasi Indonesia
13 December 2024 20:32 WIB, 2024
Menkomdigi menegaskan peran media kawal demokrasi dan program pemerintah
06 December 2024 7:50 WIB, 2024
Cagub Sulteng Anwar Hafid imbau pendukung tidak konvoi dan jaga kondusifitas
28 November 2024 6:58 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB
Gubernur Sulsel tegaskan siap jalankan program prioritas Presiden Prabowo
03 February 2026 10:26 WIB