Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memberikan apresiasi kepada 100 hafiz berupa dana pembinaan dan memberi bantuan kepada 418 anak dari 40 panti asuhan di seluruh wilayah Kota Makassar sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-418 Kota Makassar.
"Apresiasi ini diberikan pada kegiatan Yaumul Himmah yang diisi dengan Salat Magrib berjamaah dan doa bersama hafidz dan anak panti asuhan," kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Senin.
Ia menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak.
“Al-Qur'an adalah sumber ilmu dan cahaya yang menerangi setiap langkah kita. Membaca, memahami, dan menghafalkannya adalah amalan yang mulia, dan kami ingin para santri dan anak-anak panti terus istiqamah dalam perjuangan ini,” ujar Munafri.
Ia menuturkan, kegiatan Yaumul Himmah ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi sebuah gerakan moral untuk memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat.
Wali Kota Makassar kemudian menambah daftar aksi kepedulian dan apresiasi Pemkot terhadap masyarakat dalam merayakan HUT Kota Makassar. Kali ini, kepada para penghafal Al-Qur’an dan anak-anak panti asuhan yang terus berjuang memperbaiki bacaan dan hafalan mereka.
“Kami berharap dari giat ini lahir generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tapi juga berakhlak mulia, siap menjadi pemimpin masa depan bagi bangsa dan agama,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Munafri menegaskan perhatian terhadap pendidikan agama dan pembinaan akhlak menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
“Kami ingin anak-anak Makassar tumbuh menjadi generasi cerdas, beriman, dan berakhlak. Itulah makna sejati dari peringatan HUT Kota Makassar tahun ini: Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” kata Munafri.
Kabag Kesra Setda Kota Makassar Mohammad Syarif menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemkot Makassar dan Dinas Sosial, serta tindak lanjut dari program perbaikan bacaan Al-Qur’an yang telah berjalan sejak awal 2025.
“Ini bentuk apresiasi kepada anak-anak hafiz dan hafizah, sekaligus dorongan agar mereka terus istiqamah sebagaimana arahan Bapak Wali Kota. Kami juga ingin menunjukkan bahwa anak-anak panti asuhan bisa menjadi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, seleksi 100 hafiz dilakukan secara khusus, dengan syarat peserta mampu setoran hafalan dalam satu kali duduk.

